https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Zakat Dari Sektor Industri Sawit Terus Dikejar

Zakat Dari Sektor Industri Sawit Terus Dikejar

Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, Fazrul Hamidy. Foto: Dirgantara

Bengkulu, kabarsawit.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu mulai mengumpulkan zakat dari sektor industri kelapa sawit. Perusahaan perkebunan hingga pabrik kelapa sawit pun menjadi sasaran.

Awalnya, pengumpulan zakat dari sektor industri kelapa sawit ini digaungkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri, yang juga sebagai Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Provinsi Bengkulu.

Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, Fazrul Hamidy pun sepakat dengan usulan Sekda Sabri. Menurutnya, langkah itu untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat sehingga dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Pak Gubernur juga sudah menyinggung agar BAZNAS mulai memasuki lingkup swasta dalam pengumpulan zakat," kata Fajrul usai memperingati HUT BAZNAS di Kota Bengkulu, Jumat (20/1).

Fazrul mengatakan, zakat yang terkumpul sepanjang tahun 2022 lalu mencapai Rp6 miliar yang dihimpun dari ASN dan sebagian kecil perusahaan swasta. 

Padahal, potensi zakat di Bengkulu diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun. Karena itu BAZNAS terus berkonsolidasi dengan satuan kerja di wilayah kabupaten/kota untuk dapat menghimpun zakat dari sektor industri kelapa sawit. 

"Tujuan ini adalah agar perusahaan bisa memberi andil dalam pengelolaan zakat di daerah. Apalagi kita tahu jumlah perusahaan kelapa sawit di Bengkulu sangat banyak," kata dia.

Fazrul juga meminta agar BAZNAS kabupaten/kota mulai mensosialisasikan manfaat zakat sehingga perusahaan kelapa sawit dapat turut mengumpulkan zakat di wilayah kerja masing-masing.

"Jadi, nanti zakat itu bisa dimanfaatkan untuk umat, seperti kebutuhan pendidikan, pengentasan kemiskinan, pengembangan UMKM dan program lainnya yang tidak terakomodir oleh APBD," kata Fazrul.

Jika sektor industri kelapa sawit tergarap secara maksimal, bukan mustahil tahun ini zakat yang terkumpul di Bengkulu bisa mencapai Rp300 miliar. "Mudah-mudahan. Tingga lagi bagaimana sosialisasi kita ke perusahaan kelapa sawit dan sektor swasta lainnya," tukasnya.