https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Kesal dengan Truk Pengangkut TBS

Kesal dengan Truk Pengangkut TBS

Truk pengangkut TBS sawit melintas di jalan Bengkulu. Foto: Dirgantara

Bengkulu, kabarsawit.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu Tejo Suroso kesal lantaran banyak jalan yang dilalui truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit rusak dalam waktu singkat.

"Belum sampai lima tahun, jalan sudah rusak. Ini akibat truk overload membawa hasil panennya," ketus Tejo kepada kabarsawit.com, dua hari lalu.

Tejo menilai belum adanya alat timbang kendaraan di masing-masing perbatasan daerah membuat truk seenaknya membawa muatan. Tak tanggung-tanggung, ketika didapati, kadang dalam satu truk bisa mencapai hampir 20 ton.

"Padahal sudah diingatkan pemerintah, muatan truk maksimal hanya sampai 15 ton. Kalau begini kan siapa yang salah," kata Tejo. 

Tejo telah menentukan beberapa titik jalan lintas perkebunan yang memberi dampak besar terhadap kerusakan jalan. "Rata-rata kerusakannya sampai 40 persen dari panjang jalan. Ini ada di daerah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, dan Seluma," terang Tejo. 

Karena itu dia meminta agar perusahaan bekerjasama melakukan upaya preventif mulai dari pembinaan hingga menaati aturan yang ada.

"Memang yang punya wewenang mengatur jumlah muatan itu adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit. Kalau truk rata-rata kan hanya sewa. Jadi kesalahannya ada pada perusahaan," kata dia. 

Untuk itu, Tejo berharap perusahaan mulai mempertimbangkan kebijakan batas pemuatan angkut TBS. "Apalagi tahun ini pemberlakuan tilang truk ODOL mulai diterapkan sehingga kedepannya tidak ada lagi melebihi bermuatan yang berakibat rusaknya jalur distribusi," tukasnya.