https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Ini Penyebab Turunnya Penyaluran Kredit di Sumut, Jadi Faktor Terhambatnya Industri Sawit

Ini Penyebab Turunnya Penyaluran Kredit di Sumut, Jadi Faktor Terhambatnya Industri Sawit

Ilustrasi Kredit

Medan, kabarsawit.com - Penyaluran kredit di Sumatera Utara (sumut) telah menurun, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Region 5 Sumbagut.

Sampai Juni 2023, penyaluran kredit bank umum di Sumut hanya mencapai Rp 247,65 triliun. “Penyaluran kredit ini mengalami penurunan 2,40 persen dibandingkan tahun kemarin,” ujar Bambang Mukti Riyadi, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Senin (21/8).

Dia menyatakan bahwa kredit produktif merupakan bagian terbesar dari penyaluran kredit bank umum di Sumut, dengan porsi sebesar 70,89 persen. Namun, pertumbuhannya menurun sebesar 5,97 persen secara tahunan (yoy).

“Sepanjang tahun 2023, distribusi kredit modal kerja di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit akan menurun, hal ini yang menyebabkan menghambatnya pertumbuhan sektor sawit,” ujarnya.

Meskipun kredit kelapa sawit secara struktur memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kredit produktif di Sumatera Utara, pada Juni 2023 hanya mencapai 35,25 persen, sedangkan pada Juni 2022 mencapai 41,07 persen.

Menurutnya, ada dua alasan mengapa distribusi kredit di sektor sawit menurun. “Yang pertama adalah karena Uni Eropa melarang impor minyak sawit dan produk turunannya karena masalah deforestasi. (EUDR/Regulasi Uni Eropa Tentang Deforestasi),” jelasnya

“Keterbatasan pertumbuhan kredit juga disebabkan oleh penurunan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar global karena permintaan rendah dari negara lain,” lanjutnya.

Setiap triwulan, OJK bekerja sama dengan perbankan Sumut melakukan business matching untuk melihat peluang kerja sama dengan petani, perusahaan kelapa sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Ini dilakukan dalam upaya untuk mendukung pembiayaan dan meningkatkan kualitas industri kelapa sawit di Sumatera Utara.

“Salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk menemukan masalah dengan pembiayaan replanting kelapa sawit, mendapatkan informasi lengkap dari pelaku sektor jasa keuangan mengenai penyaluran dana replanting kelapa sawit, dan membuat rencana penyaluran dana replanting kelapa sawit dari masing-masing bank melalui KUR maupun pembiayaan lainnya,” jelasnya.