Gubernur Rohidin : K3 Harus Diutamakan, Perusahaan Sawit Wajib Taat Aturan
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, foto : Dok Kabar Sawit
Bengkulu, kabarsawit.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta perusahaan kelapa sawit di Bengkulu untuk meningkatkan budaya keselamatan kerja. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk meningkatkan elemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar lingkungan kerja menjadi "Zero Accident".
Dalam pernyataannya, Dr. H Rohidin Mersyah MMA, gubernur Bengkulu, menyatakan bahwa keselamatan kerja harus jadi prioritas di setiap perusahaan sawit.
“Kami bertekad agar lingkungan kerja tetap aman dan sehat bagi seluruh pekerja, ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab perusahaan dan semua pihak terkait,” jelas Rohidin, kemarin.
Pemerintah berharap perusahaan kelapa sawit dapat menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) lebih ketat
“Kami harus pastikan setiap karyawan paham dan dilatih cukup tentang praktik-praktik aman di tempat kerja,” lanjutnya.
Selain itu, pemerintah provinsi berencana untuk bekerja sama dengan berbagai kelompok terkait, seperti lembaga pelatihan kesehatan dan lingkungan.
Tujuannya adalah untuk bekerja sama untuk membuat lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. "Kami mengajak semua pihak untuk bekerja sama untuk mewujudkan budaya keselamatan kerja yang tertib di Provinsi Bengkulu."
Beberapa perusahaan kelapa sawit telah memberikan respon yang baik terhadap upaya ini. Daniel Manurung, perwakilan perusahaan kelapa sawit terkenal di Bengkulu, menyatakan bahwa dia mendukung penuh upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran dan pelaksanaan K3 di tempat kerja.
“Kami dukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran dan penerapan keselamatan kerja (K3) di tempat kerja. Ini akan meningkatkan lingkungan kerja dan mengurangi risiko kecelakaan,” ujar Daniel.
Menurutnya, usaha kelapa sawit Bengkulu akan menjadi contoh bagi industri lain dalam menerapkan budaya keselamatan kerja yang kuat dan efisien.
“Langkah konkret ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat dan menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari risiko kecelakaan melalui kerja sama yang erat antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat,” tutupnya.








