Sawit Tak Terbukti Rusak Lingkungan
Ihsan Joy dan buku buatannya. Foto: Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Isu kelapa sawit dapat merusak lingkungan tidak terbukti secara ilmiah. Hal ini disampaikan Ihsan Joy, Dosen Pertanian Universitas Hazairin Provinsi Bengkulu.
"Tidak ada bukti terkait isu itu," kata Ihsan pada kabarsawit.com, kemarin.
Ihsan menyebutkan, isu yang digaungkan Non-Governmental Organization atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional hanya bertujuan untuk menjegal langkah Indonesia dalam pasar industri sawit.
"Itukan kerjaan LSM supaya Indonesia tidak budidaya kelapa sawit," ujarnya.
Sebab menurut Ihsan, sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah tanaman kelapa sawit dapat merusak lingkungan. Jika gersangnya lahan akibat tanaman sawit, menurutnya dipengaruhi oleh dua faktor.
"Faktor pertama adalah berdasarkan struktur pohon, di mana sawit itu memang tergantung pada air. Organ vegetatifnya sangat bergantung pada air hingga bisa menghasilkan tandan buah segar (TBS)," kata dia.
Ketika kelapa sawit ditanam pada lahan tandus, lanjut Ihsan, maka pohonnya hanya bisa tumbuh tanpa menghasilkan TBS.
Faktor kedua, jenis akar serabut yang dimiliki kelapa sawit. Ketika menyerap air, sawit hanya dapat menghabiskan sumberdaya di sekitarnya, sehingga tanah tidak bisa menjadi tempat resapan air.
"Alhasil, lahan kelapa sawit itu susah untuk dicampur dengan tanaman lain. Ataupun bekas lahannya, jika ditanam tanaman pengganti, butuh waktu lama untuk bisa tumbuh," kata Ihsan.
"Itulah mengapa kelapa sawit butuh banyak pupuk. Sebab untuk memperbaiki unsur hara yang terkandung dalam tanah. Jadi tidak benar kalau sawit merusak lingkungan," pungkasnya.








