Hati-Hati, Petani Sawit Rawan Kena Pungli
Polsek Batik Nau patrol di jalur pesisir paska operasi sapu bersih pungli, foto : Polres BU
Bengkulu, kabarsawit.com - Polres Bengkulu Utara melakukan operasi penertiban pungutan liar di jalan lintas pantai di Kecamatan Batik Nau. Operasi ini dilakukan karena banyaknya pungli yang meminta uang kepada pengendara untuk mengatur lalu lintas yang macet akibat perbaikan jalan.
Untuk mencegah terulangnya kasus pungli, petugas Polsek Batik Nau Aiptu Dedi Hartono dan Aipda Denny Purba mengeluarkan maklumat Satgas Saber Bersih Pungli kepada masyarakat pengguna jalan pesisir pantai di wilayah Batik Nau melalui Perpres 87 tahun 2016.
Saat berpatroli, mereka juga mengimbau para pengguna jalan di jalur pesisir Batik Nau, termasuk para sopir truk sawit dan truk tangki CPO, untuk bersama-sama menolak segala bentuk pungli terhadap siapapun. “Kita harus bersama-sama memberantas keberadaan pungli di wilayah hukum Polsek Batik Nau," ujar Danny Purwa dalam pernyataan yang dikutip kemarin.
“Masyarakat punya peran dalam memberantas pungli dengan melaporkannya jika ada. Ingat bahwa baik pelaku pemerasan maupun korban pemerasan sama-sama melanggar hukum,” pesannya.
“Kami berharap dengan melakukan sosialisasi ini, masyarakat dapat memahami bagaimana agar tidak terjerat hukum dan turut berkontribusi dalam pemberantasan pungli,” lanjut Danny.
Sementara itu, untuk memastikan kelancaran birokrasi dan layanan pemerintah, Aipda Andi Ansori, anggota Babinkamtibmas Desa Batik Nau, melakukan sosialisasi program Sabah Pungli di balai desa Batik Nau.
"Mari kita dukung program ini untuk menciptakan birokrasi dan pelayanan publik yang bersih, jujur, dan transparan dengan menyampaikan bahwa kita adalah korban, bukan pelaku pungli," kata Andi.
Beliau juga menekankan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden No. 87 tahun 2016 tentang Saber Pungli dan Undang-Undang Pelayanan Publik No. 25 tahun 2009, memberi dan menerima pungli telah dinyatakan sebagai tindakan ilegal.
“Kami berharap sosialisasi mengenai Sabah Pungli ini dapat memberikan informasi dan menyamakan persepsi untuk memerangi pungli. Kedepannya, kami berharap program ini dapat membantu membangun komitmen untuk memberantas pungli di kalangan pelajar, karyawan, petani kelapa sawit dan masyarakat umum,” tambahnya.
"Dengan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat, upaya kami untuk memberantas pungli akan lebih efektif dan berhasil,” pungkasnya.








