Loading Ramp ini Jual TBS ke Kabupaten Tetangga, Ternyata Lebih Untung
Timbangan sawit di PKS, foto : ist
Bengkulu, kabarsawit.com - Para pengusaha timbangan kelapa sawit (loading ramp) di dua daerah yang bertetangga di Provinsi Bengkulu, Kaur dan Bengkulu Selatan, telah menemukan sebuah taktik untuk meningkatkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Caranya adalah dengan menjual TBS ke kabupaten tetangga. TBS dari Kaur dijual ke Bengkulu Selatan dan sebaliknya.
Hendri, yang memiliki dermaga bongkar muat di Kabupaten Kaur, mengatakan bahwa pabrik kelapa sawit (PKS) menetapkan harga Rp 1.830 per kg ketika mereka menjual TBS di Kabupaten Kaur. Namun, jika ia menjual produk tersebut ke Kabupaten Bengkulu Selatan, PKS menambahkan Rp 200 per kg ke dalam harganya.
'Kompensasi ini sangat berarti bagi kami. Itulah sebabnya kami menjual TBS kami ke Bengkulu Selatan,” ungkapnya, kemarin.
Pemilik loading ramp di Bengkulu Selatan menggunakan strategi yang sama. Jika mereka menjual kelapa sawit mereka ke Kabupaten Kaur, mereka juga mendapatkan harga tambahan sesuai dengan zonasi.
“Contoh, pemilik ramp dari wilayah Kaur Selatan dan Padang Guci menerima harga tambahan sebesar Rp100 per kilogram dari PKS. Sedangkan pemilik dari wilayah Manna, menerima Rp 200 per kilogram. Untuk jarak yang lebih jauh, harga tambahannya bisa mencapai Rp 400 per kilogram," jelasnya.
Saat ini, harga sawit di loading ramp berkisar antara Rp 1.700 dan Rp 1.750 per kilogram. Kalau harga sawit di PKS adalah Rp 1.830 per kilogram dan kompensasi untuk harga tambahan adalah Rp 200 per kilogram, maka pemilik jalan akan menerima keuntungan kotor sebesar Rp 280 dari penjualan satu kilogram kelapa sawit.
“Kalau harga sawit sedang bagus, keuntungan yang didapat bisa lebih besar lagi,” tambahnya.








