https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

PKS Kurangi Timbangan TBS, Petani Sawit Anggap Alasan Tak Masuk Akal

PKS Kurangi Timbangan TBS, Petani Sawit Anggap Alasan Tak Masuk Akal

Hasil panen dimuat ke truk untuk dibawa ke PKS, foto : ist

Bengkulu, kabarsawit.com - Pengurangan berat tandan buah segar (TBS) di pabrik kelapa sawit (PKS) terus berlanjut. Ancaman sanksi dari pemerintah daerah (pemda) tak berharga.

Menurut Hendri, pemilik loading ramp di Kabupaten Kaur, Bengkulu, pabrik-pabrik kelapa sawit di daerah itu masih memangkas harga pembelian tandan buah segar dari petani. "Jumlahnya mencapai 2 persen. Dampak dari pemotongan harga ini sangat besar sehingga hanya 980 kilogram yang diperhitungkan dalam penjualan satu ton TBS," ujarnya pada hari Jumat (8/9).

Ia mengatakan penurunan harga sebesar 2 persen merupakan hal yang wajar dalam perdagangan TBS kelapa sawit di PKS di Kabupaten Kaur. “Sudah bukan rahasia umum lagi,” tandasnya.

“Setiap orang yang menjual minyak sawit ke PKS ketentuan yang didapat sama. Setiap 1 ton TBS yang dibawa, pabrik harus menguapkan 20 kilogram," tambahnya.

Meskipun banyak protes, PKS tetap berpegang teguh pada pengurangan berat TBS. “Pihak pabrik menjelaskan, TBS sering kena air, jadi mereka mengurangi berat kotor," jelasnya.

Meskipun alasannya logis, namun petani kelapa sawit menganggap pengurangan berat tersebut sangat merugikan. Sumi, seorang petani kelapa sawit dari Kabupaten Kaur, merasa kesal karena pabrik menyamaratakan semua TBS. "Tidak semua TBS basah atau kotor,” tegasnya.

“Kami sudah bekerja sangat keras merawat kebun untuk memastikan hasil panen kelapa sawit kami memuaskan. Penurunan harga ini sangat tidak adil," lanjutnya.

Selama musim hujan, kelapa sawit menjadi basah sehingga beratnya bertambah. “Ini adalah fenomena alam yang tidak dapat dikendalikan oleh petani,” tandasnya.

“Kalau musim hujan, tak jadi masalah. Tapi ini musim kemarau, kenapa harus dikurangi 2%? Seharusnya pabrik bersikap objektif dan adil dalam menentukan harga TBS," pungkasnya.