Kalau Harga Sawit Naik, Daya Beli Masyarakat Ikut Membaik
Petani sawit melangsir hasil panen, foto : ist
Bengkulu, kabarsawit.com - Daya beli sebagian besar masyarakat di wilayah Bengkulu masih bergantung pada harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Hal ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat di wilayah ini berprofesi sebagai petani kelapa sawit.
Ir Win Rizal, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, mengatakan harga TBS kelapa sawit saat ini berada di kisaran Rp 1.780 –Rp 1.850 per kilogram di tingkat petani. Harga ini meningkat secara signifikan dari bulan sebelumnya yang hanya berkisar di angka Rp 1.500 per kilogram.
Kenaikan harga TBS telah menyebabkan peningkatan daya beli dan pengeluaran konsumsi rumah tangga masih sebesar 7,42 persen pada Triwulan II 2023. Ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan Triwulan I 2023 yang mencatat penurunan sebesar 1,11 persen.
"Pertumbuhan ekonomi Bengkulu saat ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bengkulu sangat bergantung pada kelapa sawit. Setiap kenaikan harga komoditas ini tentu akan mempengaruhi daya beli masyarakat,” terang Win, kemarin.
Menurutnya harga kelapa sawit akan stabil dan cenderung menurun pada kuartal pertama 2023. Saat ini, harga terus mengalami kenaikan karena harga CPO yang juga naik.
“Kenaikan harga TBS di Bengkulu tidak hanya akan mempengaruhi pendapatan masyarakat, tetapi juga berbagai sektor perdagangan,” tambahnya.
Sementara itu, Prof Kamaludin, pengamat ekonomi dari Bengkulu, memprediksi bahwa daya beli masyarakat akan tetap berada di level yang baik meskipun perang antara Rusia dan Ukraina belum memperbaiki situasi ekonomi global. Hal ini dikarenakan aktivitas ekspor CPO akan kembali meningkat di akhir tahun.
"Meskipun situasi ekonomi global masih belum menentu, kami optimis daya beli rumah tangga akan tetap berada di level yang baik,” lanjutnya.
Mereka juga berharap menjelang akhir tahun dapat memberikan kontribusi terhadap daya beli masyarakat, karena akhir tahun merupakan waktu dimana banyak orang membeli berbagai kebutuhan.
"Kami percaya akhir tahun juga akan meningkatkan daya beli masyarakat,” ucapnya.








