https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

APKS Bengkulu Minta Petani Sawit Menengah Keatas Tak Terima Pupuk Subsidi

APKS Bengkulu Minta Petani Sawit Menengah Keatas Tak Terima Pupuk Subsidi

Ilustrasi petani sawit, foto : Dok Kabarsawit

Bengkulu, kabarsawit.com - Aliansi Petani Kelapa Sawit (APKS) Provinsi Bengkulu telah mengirimkan proposal kepada pemerintah untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi berdasarkan kategori ekonomi petani.

Tujuannya untuk memastikan distribusi subsidi pupuk yang tepat sasaran guna membantu petani sawit yang kurang mampu dan memastikan penggunaan pupuk yang efisien.

Edy Mashury, Ketua APKS Bengkulu, menjelaskan bahwa usulan ini bertujuan untuk memastikan bahwa subsidi pupuk juga diberikan kepada petani kelapa sawit yang kurang mampu. "Bukan berarti semua petani sawit tidak akan mendapatkan subsidi, tetapi pemisahan ini diperlukan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar membantu," ujar Edy pada hari Jumat (29/9).

Masalah yang ingin diatasi oleh APKS Bengkulu adalah distribusi pupuk susulan yang tidak merata. Hal ini dikarenakan selama ini pupuk bersubsidi lebih banyak dinikmati oleh petani yang mampu.

“Sementara petani sawit yang kurang mampu membutuhkan subsidi untuk meningkatkan produktivitas tanaman mereka. Ini adalah langkah yang adil yang akan membantu mereka yang membutuhkan," ujarnya.

Namun untuk petani yang termasuk dalam kelas ekonomi menengah ke atas didorong untuk mendapatkan pupuk tanpa subsidi.

Jadinya beban subsidi pemerintah berkurang dan mendorong petani kelapa sawit menjadi mandiri.

"Kami ingin petani sawit yang mampu menggunakan pupuk tanpa subsidi,” harapnya.

Menanggapi usulan tersebut, pemerintah telah memulai dialog dengan APKS Bengkulu. Mereka sedang melakukan studi untuk memahami implikasi dan manfaat dari pengaturan distribusi pupuk bersubsidi berdasarkan kategori ekonomi petani.

Beberapa pemangku kepentingan termasuk asosiasi petani dan perusahaan kelapa sawit juga terlibat dalam diskusi ini.

Mereka berharap solusi yang ditemukan akan adil bagi semua pemangku kepentingan dan mendukung pertumbuhan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Usulan ini masih dalam tahap diskusi, namun diharapkan kebijakan yang nantinya diambil dapat memenuhi kebutuhan petani sawit rakyat dan mendukung pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan secara keseluruhan.

APKS Bengkulu bertekad untuk terus memperjuangkan kebijakan ini atas nama petani sawit miskin di daerah mereka.

“Untuk menumbuhkan ekonomi yang adil dan berkelanjutan, distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran merupakan salah satu langkah penting yang harus dilakukan oleh pemerintah,” jelas Edy