Efek Kemarau, Cuma Segini Toke Sawit Terima Pasokan TBS
Hasil panen dijemput toke sawit, foto : ist
Bengkulu, kabarsawit.com - Para toke kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, merasa semakin sulit untuk mendapatkan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Hampir setengah pasokan dari petani kelapa sawit berkurang.
Seorang toke sawit di Bengkulu Tengah, Muhammad Sentosa mengatakan bahwa hasil panen petani turun drastis dalam beberapa waktu terakhir. "Biasanya kami dapat 5 ton TBS setiap hari, tetapi sekarang cuma 2,8 ton, yang cukup untuk satu truk. Pasokannya jadi turun drastis," ujarnya pada hari Sabtu (30/9).
Berkurangnya pasokan ini membuat rantai pasok TBS untuk kelapa sawit terganggu. Akibatnya, ada risiko penurunan produksi CPO. “Di daerah penghasil lainnya, pasokan tidak signifikan. Ketika pasokan bahan baku minyak sawit ke pabrik berkurang, maka produksi CPO dapat menurun,” ungkapnya.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab berkurangnya pasokan bahan baku. Salah satunya adalah lamanya musim kemarau. “Padahal sejauh ini belum pernah turun, tapi karena musim kemarau jadi turun,” keluhnya.
Rosmala Dewi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, berharap bahwa arus kelapa sawit akan membantu para petani untuk meningkatkan produksi.
"Berkurangnya pasokan buah kelapa sawit pasti akan mempengaruhi arus dan pendapatan petani," ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa keandalan pasokan bahan baku merupakan kunci keberlanjutan industri kelapa sawit di Bengkulu. Pihaknya berharap musim kemarau akan segera berakhir dan pasokan bahan baku kelapa sawit akan pulih kembali.
"Kita harus menjaga produksi TBS untuk keberlanjutan industri kelapa sawit,” tutupnya.








