Puluhan Petani Samade Pelajari Pengelolaan Sawit di Lahan Gambut
Petani Samade berkunjung ke PT KTU di Siak, (Ist)
Siak, kabarsawit.com - Puluhan petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Sawitku Masa Depanku (Samade) mengunjungi perkebunan kelapa sawit milik PT Kimia Tirta Utama di Koto Gashib, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Rabu (22/1) kemarin.
Para petani mengunjungi perkebunan milik Grup Perusahaan Astra Agro Lestari ini untuk mendapatkan gambaran mengenai pengelolaan lahan gambut untuk budidaya kelapa sawit.
Kunjungan ke kebun ini merupakan kegiatan dari program DPW Samade yang merupakan kelanjutan dari Focus Group Discussion (FGD) tentang Aspek-aspek pertumbuhan terbaik dalam mengelola perkebunan kelapa sawit di lahan gambut yang diselenggarakan sehari sebelumnya di Hotel Grand Elite Pukanbaru.
Perjalanan dengan bus selama dua jam dari Pukanbaru. Setibanya di lokasi survei lahan gambut, para petani disambut hangat oleh manajemen perusahaan yang dipimpin oleh Direktur Utama PT KTU, Hubbal K Sembiring.
Para petani diajak ke perkebunan dan diberikan alat pelindung diri seperti helm, topi dan sepatu safety, sesuai dengan peraturan perusahaan kelapa sawit.
Agus Nur Hidayat, SP, M.Si, Agronomy Research Scientist di Departemen Riset dan Pengembangan PT Astra Agro Lestari, menjelaskan bahwa sistem pengelolaan air merupakan kunci keberhasilan dalam pengelolaan lahan gambut. Hal ini dikarenakan air sangat penting bagi tanaman kelapa sawit dan perlu dikelola dengan baik.
“Ketinggian air minimum yang harus dijaga adalah 40-60 cm untuk memastikan lahan gambut tidak tergenang air atau mengering. Hal ini juga dapat meminimalisir terjadinya kebakaran," ujarnya.
PT KTU juga memiliki alat untuk mengukur ketinggian air tanah, sumur pemantau, dan kolam untuk menganalisa lapisan gambut. Perusahaan ini juga menganalisa emisi karbon dari perkebunan kelapa sawit.
“Sampel tanah diambil untuk menentukan PH tanah gambut. Hal ini memungkinkan kami untuk menentukan kebutuhan nutrisi dan pupuk untuk tanaman kelapa sawit. Kami juga mengisolasi bakteri yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mempelajari musuh alami hama kelapa sawit,” tukasnya.
Ketua Pelaksana FGD, Sukanto, menambahkan bahwa acara ini akan sangat bermanfaat bagi para petani kelapa sawit, terutama yang menanam di lahan gambut.
“Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh memberikan pola pikir baru bagi peserta Kelompok Tani Samadeh untuk meningkatkan praktik budidaya kelapa sawit untuk mendapatkan hasil yang optimal,” tandasnya.








