Kenali Hama Jenis Ini, Sangat Berbahaya Bagi Kelapa Sawit
Hama Kumbang menyerang tanaman sawit di Bengkulu. Foto: Ist
Bengkulu, kabarsawit.com – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu mengimbau para petani di Provinsi Bengkulu untuk mewaspadai serangan kumbang pada tanaman perkebunan, terutama kelapa sawit. Hal ini dikarenakan hama kumbang kerap menyerang bibit kelapa sawit di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon SHut MSi, kelapa sawit seperti halnya tanaman perkebunan lainnya, mudah terserang kumbang Oryctes rhinoceros. Hama ini merusak tanaman kelapa sawit.
“Kelapa sawit, seperti halnya tanaman perkebunan lainnya, memiliki hama yang mengganggu. Salah satu hama yang harus diwaspadai adalah Oryctes rhinoceros," ujar Rizon, Senin (11/3).
Ia mengatakan bahwa Oryctes rhinoceros adalah hama utama perkebunan kelapa sawit, merusak kelapa sawit yang baru ditanam dan kelapa sawit yang telah berumur 2,5 tahun. Kumbang ini jarang menyerang kelapa sawit yang sudah dewasa.
“Serangan Oryctes rhinoceros dapat menunda masa produksi kelapa sawit selama satu tahun dan menyebabkan kematian hingga 25% tanaman,” tuturnya.
Selain itu, hama kumbang ini juga menyebabkan tanaman kelapa sawit menggugurkan daunnya. Akibatnya, tanaman kelapa sawit beresiko mengalami kerusakan dan kematian.
“Oleh karena itu, hama ini perlu dikendalikan agar kelapa sawit tetap tumbuh dengan baik," ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa hama seperti kumbang ini telah diidentifikasi dan sedang dikendalikan di Bengkulu. Sarang buatan digunakan untuk mengendalikan kumbang ini. 5 sarang buatan dibangun di setiap hektar.
Hal ini dilakukan untuk membunuh larva atau memutus siklus hidup kumbang tersebut," pungkasnya.
Sementara itu, Prof Dr Zainal Muktamar SP MSi, pengamat pertanian Bengkulu, menyarankan petani kelapa sawit untuk menggunakan Namtisida Marshal 5 GR. Bahan kimia ini sebaiknya disemprotkan pada pucuk dan ketiak kelapa sawit.
“Namun, jika hama ini menyerang tanaman yang sudah tinggi, bisa menggunakan parfum atau perangkap Feromonas yang diproduksi oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan,” pungkasnya.








