Kecamatan Long Ikis Masih Menunggu Investor Bangun Pabrik Sawit
Perwakilan petani sawit bertemu dengan pengurus BPP HIPKA demi mencari investor yang mau membangun pabrik sawit. Foto: Ist
Jakarta, kabarsawit.com - Kalimantan merupakan salah satu pulau di Indonesia yang menjadi sentra produksi kelapa sawit. Dari jutaan hektar perkebunan, sebagian dimiliki oleh petani.
Untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit, mereka perlu dan sepertinya ingin memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) sendiri.
Wakil Sekretaris Jenderal Aspek-Pir Jayadi mengatakan bahwa salah satu daerah yang siap untuk membangun pabrik kelapa sawit adalah Kabupaten Paser di Kalimantan Timur.
“Masalahnya, para petani di sana memiliki 17.000 hektar perkebunan kelapa sawit. Daerah ini siap memasok bahan baku untuk pabrik dengan kapasitas produksi 30 ton per jam. Tinggal menunggu investor untuk membangun pabrik di sana," ujarnya, Sabtu (16/3).
Jayadi menjelaskan bahwa perkebunan kelapa sawit seluas 17.000 hektar tersebut meliputi tiga kecamatan - Long Ikis, Kuaro dan Paser. Area tersebut dikelola oleh 23 koperasi. Terdapat 24 koperasi di Kecamatan Long Ikis, 7 di Kecamatan Kuaro dan 4 di Kecamatan Paser.
Di Kecamatan Long Ikis sendiri, kebun petani plasma menanam 9.000 hektar. Namun, masih ada 40.000 hektar perkebunan independen lainnya. Sayangnya, tidak ada pabrik di sana.
“Jika produksi terlalu tinggi, petani tidak dapat menjual hasil panen mereka. Jika hal ini terjadi, harga minyak sawit yang dihasilkan petani akan jatuh,” tuturnya.
Menurut Jayadi, pemerintah daerah setempat mendukung tuntutan petani untuk membangun pabrik. Apalagi di Kecamatan Long Ikis, Desa Sawit Jaya, lokasi pabrik sudah disiapkan.
“Kebun sudah siap, petani sudah siap dan pemerintah daerah mendukung kami. Sekarang kami hanya perlu mencari investor. Kemarin kami sudah menghubungi BPP HIPKA untuk mencarikan investor," jelasnya.
Menurut Jayadi, Aspek Pir sendiri sangat mendukung pendirian PKS mandiri. Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani. “Jika pabrik sudah ada, petani akan dapat meningkatkan karirnya," ujarnya.








