https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Sawit Diimbau Berikan THR ke Kaum Dhuafa

Petani Sawit Diimbau Berikan THR ke Kaum Dhuafa

Ketua MUI Provinsi Bengkulu, Prof Dr Rohimin. Foto: IST

Bengkulu, kabarsawit.com - Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang membahagiakan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Pada momen istimewa ini, para petani kelapa sawit di Bengkulu diimbau untuk tidak melewatkan kesempatan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada mereka yang membutuhkan.

Prof Dr Rohimin, Ketua MUI Provinsi Bengkulu, mengatakan bahwa petani kelapa sawit memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan sebagian rezekinya kepada fakir miskin dan kaum dhuafa. Dalam hal ini, THR dapat digunakan sebagai infak atau shodakoh yang sangat bermanfaat bagi mereka yang kurang mampu.

“Pemberian THR dapat menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial kepada fakir miskin dan kaum dhuafa di kalangan petani kelapa sawit di Hari Raya Idul Fitri," ujar Rohimin pada Rabu, 10 April 2024.

Menurut Rohimin, selain kewajiban membayar zakat, petani kelapa sawit juga memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi positif kepada kaum dhuafa dalam bentuk infak dan shodaqoh, khususnya THR. Semakin banyak infaq dan shodaqoh yang diberikan kepada masyarakat, maka semakin berkah kebun sawitnya dan semakin banyak pula hasil panennya," ujarnya.

Rohimin menambahkan bahwa petani kelapa sawit tidak perlu takut akan kekurangan penghasilan karena Allah telah menjanjikan pahala yang besar untuk setiap perbuatan baik.

“Insya Allah, bibit kelapa sawit yang ditanam akan menghasilkan buah yang melimpah. Karena Allah telah berjanji bahwa setiap sedekah akan dibalas dengan sepuluh kali lipat," tambahnya.

Komitmen untuk memberikan THR kepada masyarakat yang kurang mampu juga didukung oleh para petani kelapa sawit di Bengkulu. Ahmad, salah satu petani kelapa sawit di Bengkulu Selatan, mengatakan bahwa memberikan THR merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki yang Allah berikan. Sebagian rezeki yang kita terima juga merupakan hak bagi mereka yang membutuhkan. Jadi memberikan THR adalah hal yang sudah seharusnya kita lakukan," ujar Ahmad.

Para tokoh masyarakat juga mengimbau agar para petani sawit tidak melupakan tanggung jawab sosial mereka. Menurut mereka, keberadaan petani sawit tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan ekonomi mereka sendiri, tetapi juga masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pemberian THR kepada masyarakat yang kurang mampu merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Pemberian THR kepada masyarakat yang kurang mampu merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” ujar Dani Hamdani, Tokoh Masyarakat Bengkulu.

Selain memberikan THR, para petani sawit dapat memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk barang bantuan dan dukungan lainnya. Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap status sosial masyarakat di sekitar perkebunan kelapa sawit.

“Kami berharap semangat persatuan dan kepedulian ini dapat terus ditingkatkan tidak hanya pada saat Idul Fitri, tetapi juga sepanjang tahun. Dengan cara ini, masyarakat yang kurang beruntung di Provinsi Bengkulu akan dapat merasakan dampak positif dari keberadaan petani kelapa sawit dan hubungan di antara mereka akan semakin harmonis,” ujarnya.