https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Dilarang Bawa Muatan Overload Saat Melintasi Jembatan

Petani Dilarang Bawa Muatan Overload Saat Melintasi Jembatan

Jembatan di Kabupaten Mukomuko. Foto: IST

Bengkulu, kabarsawit.com - Petani kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu dilarang membawa angkutan overload untuk tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saat melintasi jembatan. Kebijakan ini diberlakukan karena kelebihan muatan dapat merusak jembatan yang ada.

Wasri, Wakil Bupati Mukomuko, menekankan pentingnya menjaga umur infrastruktur jembatan. Salah satunya dengan membawa truk dengan muatan tidak lebih dari 8 ton dan pick-up tidak lebih dari 2 ton.

“Ketika petani sawit melintasi jembatan, kami meminta mereka untuk tidak membawa beban yang berlebihan untuk menjaga keawetan jembatan," ujar Wasri pada hari Minggu, 28 April 2024.

Wasri juga menekankan kebijakan ini diambil untuk memastikan keselamatan semua pihak yang menggunakan jembatan tersebut. "Kami tidak ingin mengorbankan keselamatan pengguna jembatan," tambahnya.

Para petani kelapa sawit diimbau untuk mematuhi peraturan ini demi keuntungan bersama. Wasri juga ingin agar para petani sawit dapat memahami dan mematuhi kebijakan tersebut.

“Keselamatan bersama harus diutamakan," ujarnya.

Ahmad, salah seorang petani kelapa sawit di Mukomuko, menyambut baik kebijakan ini walaupun ia tahu bahwa kebijakan ini akan sedikit mengganggu kegiatan mereka.

"Saya mengerti bahwa ini untuk kepentingan umum,” tukasnya.

Di sisi lain, beberapa warga mengapresiasi langkah yang diambil oleh pemerintah kota untuk mempertahankan infrastruktur yang ada. "Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memperhatikan keamanan infrastruktur jembatan di lingkungan kami,” ujar seorang warga, Fitri.

Diharapkan pemerintah daerah akan terus memantau dan memelihara infrastruktur jembatan di masa mendatang.

"Saya berharap pemerintah akan terus memantau dan memelihara infrastruktur jembatan sehingga aman dan dapat diakses oleh semua orang,” pungkasnya.