https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Sertifikasi ISPO Naikkan Harga TBS Kelapa Sawit

Sertifikasi ISPO Naikkan Harga TBS Kelapa Sawit

Petani sedang menimbang sawit, foto : Dok Kabar Sawit

Bengkulu, kabarsawit.com - Para petani kelapa sawit di Bengkulu berharap sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) akan berujung pada kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Iskandar Maun, seorang petani kelapa sawit di Bengkulu, mengatakan bahwa tidak ada gunanya bagi petani untuk mendapatkan sertifikasi ISPO jika harga kelapa sawit masih tetap seperti sekarang.

"Saya berharap sertifikasi ISPO akan meningkatkan harga tandan buah segar kelapa sawit secara signifikan," ujar Iskandar pada hari Minggu, 28 April 2024.

Menurut laporan terbaru, petani kelapa sawit di Bengkulu menghadapi tantangan serius dalam menjaga kestabilan pendapatan mereka. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendapatkan sertifikasi ISPO.

“Kami berharap sertifikasi ISPO akan memberikan kami akses ke pasar yang lebih luas dan meningkatkan citra produk kelapa sawit kami," ujar Iskandar.

Namun, meskipun ada harapan yang besar untuk mendapatkan sertifikasi ISPO, beberapa petani di Bengkulu masih ragu-ragu untuk mendaftar. Petani lainnya, Edy Mashury, mengatakan bahwa akan sia-sia saja mengajukan sertifikasi ISPO jika harga TBS kelapa sawit tetap sama.

"Kalau sertifikasi ISPO tidak membuat harga sawit naik, lebih baik kita tidak usah mengajukan sertifikasi ISPO karena hanya buang-buang waktu dan uang saja,” tambahnya.

Sementara itu, Bickman Panggarbesy, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Bengkulu, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu secara aktif mendukung upaya petani untuk mendapatkan sertifikasi ISPO untuk kelapa sawit.

"Hal ini karena mereka menyadari betapa pentingnya sertifikasi ISPO bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tukasnya.

Namun, Bickman mengakui bahwa ia tidak dapat menjamin bahwa sertifikasi ISPO akan berujung pada peningkatan harga buah kelapa sawit.

“Karena ini merupakan mandatori dari pemerintah pusat untuk memastikan bahwa produk kelapa sawit Indonesia diakui di pasar internasional," pungkasnya.