https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Kapal Pengangkut CPO Terganggu Efek Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

Kapal Pengangkut CPO Terganggu Efek Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu

Pelabuhan Pulau Baai, foto: Pemprov Bengkulu

Bengkulu, kabarsawit.com - Pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, semakin parah. Hal ini menyulitkan kapal-kapal CPO untuk berlabuh.

H. Suharto, SE, MBA, Wakil Ketua II DPRD Bengkulu, menekankan perlunya tindakan untuk melindungi pelabuhan tersebut.

"Kedalaman air hanya 3,5 meter, yang berarti kapal-kapal besar tidak dapat bersandar dan kapal pengangkut CPO tidak dapat berlayar," ujar Suharto pada hari Minggu, 28 April 2024.

Menanggapi hal ini, Bambang Agus Supra Budi, S.Sos, M.Si Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu mengungkapkan bahwa Gubernur Bengkulu Prof Dr. drh. H Rohidin Mersyah, MMA, bertemu dengan Direktur PT Pelindo (Persero) pada akhir Maret lalu. Pertemuan tersebut digelar untuk mencari solusi atas masalah pendangkalan di alur pelabuhan Baai. “Pelindo telah berkomitmen untuk melakukan pengerukan alur pelabuhan dan saat ini sedang dalam proses lelang dengan Kementerian Perhubungan," jelas Bambang.

Ia juga menjelaskan penyebab pendangkalan alur yang sudah berlangsung selama beberapa tahun ini. "Situasi ini semakin mengkhawatirkan karena penyanggah kolam yang terbuka lebih dari satu kilometer," tambahnya.

Situasi yang memburuk ini semakin dirasakan oleh masyarakat dan para pelaku industri.

"Akibat pendangkalan saluran air di Pelabuhan Baai, kapal-kapal kami sering mengalami kesulitan untuk berlayar dan kami mengalami kerugian yang cukup besar,” ujar Iskandar Ramis, seorang pelaku usaha di sektor pengangkutan CPO.

Selain itu, pendangkalan alur ini juga mempengaruhi ekonomi daerah.

“Pendangkalan saluran air di pelabuhan Pulau Baai dapat menghambat pergerakan barang dan perdagangan di Bengkulu, yang berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi,” kata Ekonom senior dari Universitas Bengkulu, Dr. Hasanuddin.

Pemerintah daerah Bengkulu mengeluarkan pernyataan yang menyerukan kepada pemerintah pusat untuk segera mengatasi pendangkalan alur pelabuhan Pulau Baai.

“Kami meminta pemerintah pusat untuk segera mengalokasikan anggaran dan mengambil langkah-langkah konkrit untuk menyelamatkan pelabuhan ini," kata Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Isnan Fajri.