https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Asupan Dana KUR Hampir Rp 100 Miliar Tapi Petani Sawit Belum Mau Sentuh

Asupan Dana KUR Hampir Rp 100 Miliar Tapi Petani Sawit Belum Mau Sentuh

Kadis Koperasi dan UKM Bengkulu Utara, Rimiwang Muksin. Foto: IST

Bengkulu, kabarsawit.com - Meskipun asupan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mendekati angka Rp 100 miliar, para petani kelapa sawit di Bengkulu Utara masih belum dapat mengaksesnya. Menurut data terakhir, sebagian besar penerima KUR adalah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sedangkan petani kelapa sawit masih sedikit jumlahnya.

Rimiwang Muksin, Kepala Dinas Koperasi dan UMK Bengkulu Utara, mengatakan bahwa jumlah masyarakat yang mengajukan KUR terus meningkat setiap tahunnya. Namun, belum banyak petani kelapa sawit di Bengkulu yang memanfaatkan KUR.

"Penyaluran KUR sudah mendekati Rp 100 miliar, tetapi petani sawit masih minim aksesnya dan mereka sebagian besar adalah pelaku UMKM," ujar Muksin pada hari Sabtu, 4 Mei 2024.

Menurut Muksin, kendala utama yang dihadapi petani kelapa sawit dalam mengakses KUR adalah persyaratan yang rumit dan kurangnya pemahaman tentang proses pengajuannya. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk tidak memanfaatkan KUR.

“Sebagian besar petani kelapa sawit tidak tertarik dengan KUR,” tuturnya.

Pemerintah daerah berusaha untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman di kalangan masyarakat, terutama petani kelapa sawit, tentang pentingnya KUR sebagai sumber pembiayaan yang terjangkau. “Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para petani kelapa sawit mengenai cara memanfaatkan KUR dengan lebih baik," ujar Muksin.

Namun, beberapa pihak mengatakan bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk menyederhanakan proses pengajuan dan membuat informasi mengenai KUR menjadi lebih mudah diakses.

“Banyak petani yang ragu-ragu untuk mengajukan permohonan karena prosedurnya rumit dan banyak dokumen yang harus dipersiapkan," ujar Ahmad, seorang petani kelapa sawit di Bengkulu.

Di sisi lain, beberapa petani menekankan perlunya dukungan teknis dan bimbingan bagi petani kelapa sawit setelah KUR tersedia.

"Ini bukan hanya tentang pengajuan, tetapi bagaimana mengelola dana dan menggunakannya untuk tujuan yang dimaksudkan,” pungkasnya.