Pemprov Bengkulu Terus Pantau MinyaKita
Pemprov Bengkulu lakukan pemantauan Minyakita. Foto: Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Pemerintah Daerah (Pemda) di Provinsi Bengkulu segera melakukan pemantauan dan pengawasan minyak goreng (Migor) kemasan sederhana Minyakita usai mengalami kelangkaan dan kenaikan harga sejak beberapa pekan terakhir.
Kabid Pengembangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Erika Ariesanti mengatakan untuk menghindari penimbunan, pihaknya akan melakukan pengawasan di sejumlah toko dan pasar tradisional selama tiga bulan ke depan.
"Akan kami lakukan bersama Satgas Pangan. Nanti silahkan Pemda kabupaten/kota menyusul di daerahnya masing-masing," katanya kepada kabarsawit.com, Jumat.
Kelangkaan Minyakita sudah terjadi di Bengkulu selama dua pekan terakhir. Hal ini membuat harga minyak yang dijual jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).
"Sebelumnya, kan hanya sekitar Rp14 ribu per liter tetapi saat ini harganya telah melambung sampai Rp18 ribu per liter," ujarnya.
''Kita sudah diinstruksikan dalam tiga bulan ini untuk melakukan pengawasan dalam hal komoditi bahan pokok yang terdiri dari minyak, beras, bawang dan cabai sebagai upaya pengendalian inflasi,'' ujarnya.
Sementara itu, Unit Tidak Pidana Tertentu Satreskrim Polres Kepahiang bersama Pemda sudah lebih dulu melakukan pengecekan Migor Minyakita di pasar tradisional Kepahiang.
“Dalam menyambut bulan Ramadhan, kami sudah melakukan pengecekan. Kami lakukan pemantauan jumlahnya, untuk mengurangi terjadinya kekurangan, serta penimbunan dan lainnya,” tutur Kanit Tipidter, Satreskrim Polres Kepahiang, IPDA Andika Rizkiawan.
Menurutnya, hasil pemantauan stok Minyakita di daerah tersebut juga masih tersedia dan cenderung stabil.
“Untuk sekarang, lumayan masih stabil. Cuma nanti kami akan melakukan pengecekan ke tempat lain. Agar menjelang hari-hari besar kita tidak kekurangan,” tutupnya.








