Cangkang Sawit Topang Pendapatan Ekspor Bengkulu
Kepala Disperindag Provinsi Bengkulu, Yenita Syaiful. Foto: Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Cangkang kelapa sawit masih menjadi komoditas unggulan di Provinsi Bengkulu dalam menopang pendapatan ekspor. Bahkan tahun 2022 lalu, komoditas ini dikirim ke luar negeri hingga 51 ribu ton.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu, Yenita Syaiful mengatakan, ada dua negara yang jadi langganan ekspor cangkang sawit dari Bengkulu, yakni Thailand dan Jepang.
Kebutuhan keduanya adalah menjadikan cangkang sawit sebagai bahan bakar terbarukan pengganti energi fosil.
"Cangkang sawit ini digunakan sebagai bahan bakar boiler atau mesin turbin di sana, karena ramah lingkungan karena tidak mengandung sulfur dan tidak menghasilkan gas," kata Yenita kepada kabarsawit.com, Rabu (15/2)
Ia menyebut dari 51 ribu ton cangkang sawit itu, bila dirupiahkan mencapai Rp75,9 miliar. Total jumlah cangkang itu berdasarkan surat keterangan asal atau SKA yang tercatat di Disperindag.
"Kami yakin jumlahnya lebih dari itu, karena banyak yang tidak menyampaikan SKA, mereka lewat jalur darat jadi tidak terpantau," kata Yenita.
Pemerintah memperkirakan akan ada peningkatan permintaan terhadap komoditas cangkang tahun ini. Apalagi, kualitas cangkang sawit asal Bengkulu sangat bagus yang menarik minat negara luar. Begitu pula stok cangkang yang melimpah di daerah tersebut
"Sayangnya, belum ada ketetapan harga jual cangkang sawit. Perusahaan hanya menggunakan harga global," tukasnya.








