https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Rilis Data Ekonomi Terbaru BPS Kaltara: Inflasi, NTP, dan Perkembangan Sektor Transportasi serta Pariwisata

Rilis Data Ekonomi Terbaru BPS Kaltara: Inflasi, NTP, dan Perkembangan Sektor Transportasi serta Pariwisata

Plh. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kaltara, Burhanuddin MSi. foto: ist.

Tanjung Selor, kabarsawit.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah merilis data terbaru mengenai indikator ekonomi, termasuk inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), serta perkembangan sektor transportasi, pariwisata, ekspor, dan impor.

Menurut Plh. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kaltara, Burhanuddin MSi, inflasi di Kaltara tercatat sebesar 1,59 persen year-on-year (yoy) pada Agustus 2024. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Nunukan, mencapai 1,84 persen, sedangkan Tanjung Selor mencatat inflasi terendah di angka 0,64 persen. Kenaikan harga terbesar terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (2,48 persen), serta pakaian dan alas kaki (2,87 persen).

Burhanuddin menekankan pentingnya pengendalian inflasi, terutama di sektor pangan dan energi, agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Ia juga melaporkan bahwa NTP Kaltara pada September 2024 mencapai 113,36, naik 0,36 persen dari bulan sebelumnya, dengan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat menunjukkan NTP tertinggi di 180,19, yang menandakan peningkatan kesejahteraan petani sawit.

Sektor perdagangan luar negeri Kaltara menunjukkan hasil positif dengan ekspor mencapai US$ 136,62 juta dan impor sebesar US$ 80,21 juta, menghasilkan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 56,40 juta. Burhanuddin menyatakan bahwa pemerintah perlu terus mendorong ekspor komoditas unggulan dan mencari pasar baru untuk produk lokal.

Dia juga menyoroti beberapa langkah strategis yang harus diambil, termasuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi transportasi, memperbaiki infrastruktur pariwisata, serta memperkuat kinerja ekspor melalui inovasi dan kualitas produk. Dukungan terhadap petani dan nelayan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka, terutama di sektor perkebunan dan perikanan.

"Jika langkah-langkah ini diterapkan dengan baik, Kalimantan Utara diharapkan dapat mengatasi tantangan ekonomi dan membangun fondasi pertumbuhan yang lebih solid," pungkasnya.