https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Sawit Mulai Lirik Kripto

Petani Sawit Mulai Lirik Kripto

Foto: Dok. Shutterstock

Bengkulu, kabarsawit.com - Investasi dibidang lain sepertinya mulai dilakukan oleh petani kelapa sawit di Provinsi Bengkulu. Rudi misalnya, yang mulai menjajal iklim investasi kripto milik anak negeri Degree Crypto Token (DCT).

Selain karena keamanannya terdaftar di Bappebti, Rudi menyebut investasi kripto bisa cepat mendapatkan cuan.

Dikenalkan PT Konakami Digital Indonesia, perusahaan teknologi Indonesia yang bergerak dalam bidang aset digital, membuat Rudi jadi pandai mengelola investasinya

Contohnya saja, dengan modal Rp10 juta di bulan pertama, Rudi sudah mengantongi untung Rp600 ribu dengan harga beli DCT Rp3,5 juta dijual dengan harga Rp3,8 juta per token.

Selain dapat menekan biaya operasional pemanenan tandan buah segar (TBS), untung kripto membuatnya bisa dijadikan modal untuk membeli pupuk.

"Aset kripto bernama DCT ini memang baru dikenal masyarakat Bengkulu. Mengingat aset digitalnya telah terdaftar di Bappebti dan berada dibawah pengawasan Kementrian Perdagangan, jadi makin aman untuk berinvestasi," kata Rudi kepada kabarsawit.com, Rabu (15/2).

Meski awalnya coba-coba, namun akhirnya Rudi paham bahwa bermain kripto dikendalikan dengan emosional yang stabil serta memanfaatkan uang yang dingin.

"Namanya investasi, kan harus uang yang berlebih bukan dari kebutuhan. Jadi daripada dipakai buat investasi aset lainnya yang belum jelas regulasinya, ya lebih baik saya investasikan ke DCT," ujarnya.

Sementara itu, Nasional Ambasador PT Konakami Digital Indonesia, Robi Fernandes mengungkap visi dan misi perusahaan adalah untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia tentang aset digital dan menyejahterakan masyarakat Indonesia termasuk Bengkulu melalui teknologi digital. 

"Kami mempunyai produk yang diperdagangkan di masyarakat umum, produknya bergerak di bidang software, di mana dari software inilah masyarakat akan mendapatkan aset digital secara otomatis dan bisa di perdagangkan di bursa Berjangka Perdagangan Komoditi aset digital bernama DEX," ujar Fernandes.

Dengan adanya DCT, masyarakat Bengkulu kini dapat memiliki dan melakukan perdagangan aset digital dengan lebih mudah dan aman. DEX sendiri telah memiliki sistem keamanan yang canggih sehingga aset digital yang dimiliki oleh masyarakat akan terlindungi dengan baik.

Pihaknya juga memiliki misi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia dan memberikan akses kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital. 

"Dengan adanya DCT, maka masyarakat Bengkulu bisa ikut serta dalam mewujudkan misi tersebut," kata dia.

Masyarakat Bengkulu juga bisa menggunakan DCT sebagai alternatif investasi yang menguntungkan. Nilai DCT juga dapat mengalami kenaikan seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital yang semakin pesat.

"Pada saat pre sale pada 2020 lalu hara DCT sebesar Rp 126 ribu atau $9, saat ini harga DCT sudah mencapai Rp3,8 jutaan," ujarnya.

Pihaknya juga berharap, dengan adanya DCT, masyarakat Bengkulu bisa lebih mengenal dan memahami aset digital. 

"Selain itu, perusahaan juga berharap masyarakat dapat menggunakan DCT sebagai alat tukar dan investasi yang menguntungkan," tukasnya.