Pj. Bupati Boalemo Tutup FGD Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan 2024-2026
Penjabat Bupati Boalemo, Dr. H. Sherman Moridu. foto: Humas
Tilamuta, kabarsawit.com — Penjabat Bupati Boalemo, Dr. H. Sherman Moridu, menutup rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) Kabupaten Boalemo untuk periode 2024-2026. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Pj. Sekda Boalemo dan Kepala Bapppeda Boalemo.
Dalam sambutannya, Sherman menekankan peran penting kelapa sawit sebagai komoditas strategis untuk pembangunan nasional. Indonesia, sebagai salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, memiliki luas lahan kelapa sawit mencapai 16.381.959 hektar. Ia mencatat kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional sebesar 3,5% dan dampaknya dalam mengentaskan kemiskinan bagi sekitar 10 juta orang.
Namun, industri kelapa sawit masih menghadapi tantangan dalam memastikan keberlanjutannya. Oleh karena itu, RAD-KSB fokus pada sinergi prinsip berkelanjutan yang mencakup aspek ekonomi, sosial budaya, dan ekologi. Rencana kerja yang diusulkan termasuk peningkatan kapasitas pekebun, penyelesaian status lahan, dan pemanfaatan kelapa sawit sebagai energi terbarukan.
Sherman juga menjelaskan komponen utama penerapan RAD-KSB, seperti penguatan data, peningkatan koordinasi, pengelolaan lingkungan, serta percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Dia berharap, penerapan ini dapat mengatasi masalah tumpang tindih lahan dan meningkatkan produktivitas sawit melalui monitoring dan evaluasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.







