https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

20 Perusahaan Sawit Ternama 'Turun Gunung', Berpartisipasi dalam Job Fair Karir Industri Sawit 2025

20 Perusahaan Sawit Ternama

Job Fair Karir Industri Sawit 2025 di Bogor. Foto: Yuliani

Bogor, kabarsawit.com - Ratusan orang tetap semangat datang ke Job Fair Karir Industri Sawit 2025, Ahad (1/6), meski langit di atas Kota Hujan, Bogor, Jawa Barat, masih berselimut mendung tipis.

Acara yang digelar di Taman Ekspresi (Lapangan Sempur) Kota Bogor ini dijejali para pencari kerja sejak pagi. Mereka datang dari berbagai latar belakang, membawa berkas lamaran dengan harapan bisa menapaki karir di industri sawit yang kini terus bertransformasi dan berkembang pesat.

Job Fair yang diinisiasi oleh PT Hai Sawit Indonesia dan didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini bukan sekadar ajang mencari kerja biasa. Antrean panjang di pintu registrasi membuktikan tingginya minat para pencari kerja, terutama dari kalangan fresh graduate dan profesional muda.

Salah satunya Restu, lulusan baru jurusan pertanian dari Universitas Nusa Bangsa, yang datang bersama beberapa temannya. “Baru lulus dua bulan lalu, saya langsung datang ke sini karena tertarik kerja di industri sawit. Ternyata peluangnya luas dan banyak perusahaan besar yang buka lowongan,” ujarnya.

Lebih dari 20 perusahaan sawit ternama turun gunung. Nama-nama seperti Karyamas Plantation, STA Resources, Golden Land, First Resources, hingga Daya Guna Lestari membuka booth rekrutmen dan menyelenggarakan walk-in interview langsung di lokasi.

“Kami mencari anak-anak muda yang siap terjun ke lapangan, punya semangat belajar, dan tertarik membangun karir di sektor perkebunan berkelanjutan,” ujar perwakilan HRD Golden Land.

Selain sesi rekrutmen, acara ini juga menjadi ruang edukatif yang menggugah. Talkshow bertema “Prospek Karir di Industri Sawit” menghadirkan tokoh-tokoh penting seperti Dr. Delima Hasri Azahari (Ketua GAPPI), planter senior Dwi Widaryanto, hingga praktisi HR strategis Hendria Noviadyah.

Mereka memecah kebekuan stereotip bahwa sawit hanyalah soal kebun dan pabrik. Yang mereka hadirkan adalah narasi tentang teknologi, inovasi, manajemen modern, dan keberlanjutan.

“Industri sawit bukan hanya tempat bekerja, tapi ladang untuk bertumbuh dan menciptakan perubahan,” ucap M. Gema Aliza, Pimpinan Umum PT Hai Sawit Indonesia, dalam sambutannya.

Kepala Divisi Perusahaan BPDP, Achmad Maulizal Sutawijaya, juga menyampaikan bahwa industri kelapa sawit adalah sektor strategis yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional.

Namun kini, BPDP tengah bertransformasi. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, mandat BPDP meluas tak hanya untuk sawit, tapi juga mendukung komoditas strategis lain seperti kakao dan kelapa.

“Kami tengah bergerak ke arah industri hijau. Fokus kami adalah hilirisasi dan peningkatan nilai tambah melalui riset, inovasi, dan penguatan SDM,” ungkap Achmad.

Pemerintah Kota Bogor pun menyambut baik kegiatan ini. Melalui perwakilan dari Dinas Ketenagakerjaan, mereka menekankan pentingnya acara seperti ini dalam menekan angka pengangguran dan membuka cakrawala masyarakat tentang potensi industri sawit.

“Job fair ini bukan cuma membuka peluang kerja, tapi juga membuka mata masyarakat terhadap pentingnya sawit bagi pembangunan nasional,” katanya.

Salah satu hal yang menarik perhatian peserta adalah informasi mengenai Beasiswa Sawit 2025 yang digagas oleh BPDP, yang membuka peluang pendidikan lanjut bagi para calon talenta sawit masa depan. Tak sedikit yang terlihat sibuk mencatat, bertanya, bahkan sudah merencanakan pendaftaran.

Menjelang akhir acara, Gema Aliza mengumumkan rencana besar berikutnya: Palm Oil Career Expo (POCE) yang akan digelar Oktober mendatang. Tahun lalu, event ini menjaring lebih dari 5.000 peserta dan 30 perusahaan. Tahun ini, targetnya lebih tinggi.

“Kami ingin menjadikan POCE sebagai job fair sawit terbesar se-Asia Tenggara. Tahun ini targetnya lebih besar dan lebih berdampak. Bukan hanya rekrutmen, tapi juga transformasi persepsi anak muda terhadap industri sawit,” pungkasnya.***