Alat Berat Ditemukan di HPT PT BAT, Dugaan Perambah Hutan Makin Kuat
Alat berat ditemukan di lahan PT BAT.
Bengkulu, kabarsawit.com - Lahan hutan produksi terbatas (HPT) PT Bentara Agra Timber (BAT) di Kabupaten Mukomuko diduga dirambah. Dua unit alat berat ditemukan Polisi Kehutanan (Polhut) dalam kawasan menguatkan dugaan tersebut.
‘’Kita menduga perambahan ini untuk perkebunan kelapa sawit. Sebab saat ini sudah 500 hektare lahan milik BAT ditanami sawit," kata Kepala Bidang Advokasi Komunitas Masyarakat Peduli Alam Sekitar (Kompast) Mukomuko, Musfar Rusli kepada kabarsawit.com, kemarin.
Musfar pun mendesak agar aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan perambahan hutan tersebut. Bahkan menurutnya ini momen tepat bagi aparat penegak hukum untuk membangun citra dan kepercayaan publik.
"Kita berharap pelaku penggarap HPT ditindak tegas,’’ kata Musfar.
Apalagi, lanjutnya, dalam kurun beberapa bulan terakhir Polhut Mukomuko telah menemukan dua unit alat berat jenis buldoser di kawasan HPT yang berbeda.
"Pertama di HPT Kecamatan Malin Deman. Terbaru, di HPT Pondok Suguh-Sungai Rumbai," ujarnya.
Musfar meyakini, penggarap HPT dengan menggunakan alat berat, tentunya bukan orang sembarangan, melainkan pemodal besar.
‘’Kita meyakini, kalau sudah menggunakan alat berat, pastinya pihak yang memiliki modal kuat. Maka itu perlu keseriusan aparat dalam mengungkap kasus ini,’’ kata Musfar.
Penemuan alat berat jenis buldoser ini berangkat dari kegiatan patroli rutin Polhut. Kendati begitu, menurut Kepala KPHP Mukomuko, Aprin Sialoho pihaknya belum mengetahui siapa pemilik kayu dan alat berat itu.
"Kami belum tahu siapa pemilik alat berat dan pemilik kayu itu. Untuk alat berat dan kayu, sudah di police line oleh aparat kepolisian Polres Mukomuko,’’ ujar Aprin.
Aprin juga menduga, alat berat yang ditemukan di dalam kawasan HPT, dipakai pelaku untuk membuka akses jalan dari luar menuju ke dalam kawasan.
Terkait permasalahan tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Mukomuko.
"Semogan Polres Mukomuko cepat mengungkap pelaku dibalik aktifitas pembukaan lahan dan pembalakan liar di kawasan HPT Air Ipuh I itu," ujarnya.








