https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

2 Produk Berbasis TKKS Ini Siap Menjadi Alternatif Kompetitif Produk Impor

2 Produk Berbasis TKKS Ini Siap Menjadi Alternatif Kompetitif Produk Impor

Tandan kosong kelapa sawit. Foto: bpdp, or.id

Jakarta, kabarsawit.com – Para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi Green Composite Helmet (GC Helmet) dan rompi antipeluru ramah lingkungan

Dengan tingkat ketahanan dan kekuatan yang mumpuni, dua produk berbasis TKKS ini siap menjadi alternatif kompetitif produk impor, sekaligus mengangkat citra industri sawit nasional ke level yang lebih tinggi.

Dipimpin oleh Dr Siti Nikmatin dari Departemen Fisika FMIPA IPB, pengembangan helm dan rompi ini dimulai dari riset panjang terhadap serat alami TKKS yang dicampur dengan polimer daur ulang ABS (Akrilonitril Butadiena Stiren). Untuk helm, serat TKKS digunakan sebanyak 20% dari total komposisi bahan. Hasilnya, helm ini bukan hanya ringan dan kuat, tapi juga ramah lingkungan.

“TKKS terbukti mampu menyerap energi tumbukan dengan sangat baik, sehingga kami melihat potensinya untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi rompi anti peluru,” ujar Nikmatin, kemarin.

GC Helmet telah lolos uji SNI 1811/2007/Amd1:2010 dan memenuhi standar internasional seperti DOT (AS), ECE (Eropa), dan ASTM (AS). Sementara rompi anti peluru dari TKKS telah melewati uji coba oleh Polri dan PT Pindad, dan terbukti mampu menahan tembakan peluru. Tantangan selanjutnya, menurut TNI, adalah mengurangi bobot rompi agar lebih ergonomis saat digunakan di lapangan.

Keistimewaan inovasi ini tak hanya terletak pada teknologinya, tapi juga pada pendekatan kolaboratifnya. IPB menggandeng UMKM Bintang Terang Putra di Majalaya, Bandung, dan Kelompok Tani Muda Manunggal Alam di Jasinga, Bogor, dalam proses produksi serat TKKS.

“Kami ingin transfer ilmu, bukan sekadar riset di laboratorium. Inovasi ini harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tegas Nikmatin.

Produksi masih menggunakan teknik manual dan peralatan konvensional, namun potensi komersialisasi ke depannya dinilai sangat besar. Serat TKKS yang dikembangkan bahkan disebut-sebut mendekati kualitas bahan helm MotoGP. 

Riset ini mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai bagian dari program hilirisasi sawit nasional. Proyek ini menjadi bukti bahwa TKKS tak hanya jadi kompos atau pembangkit, tapi juga penopang industri pertahanan.

Selain helm dan rompi, tim IPB juga tengah mengembangkan produk fesyen ramah lingkungan dari TKKS, seperti tas, sepatu, dan kain tenun yang turut mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mengurangi ketergantungan pada bahan impor.***