https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Koperasi di Siak akan Bangun Pamigo Mini, Kadiskop: Ini Kemajuan yang Luar Biasa

Koperasi di Siak akan Bangun Pamigo Mini, Kadiskop: Ini Kemajuan yang Luar Biasa

Ketua KUD Tunas Muda, Setiyono. Foto: Dok. Elaeis

Pekanbaru, kabarsawit.com - "Sampai saat ini, yang kami tahu baru koperasi Produsen Tunas Muda ini yang memiliki rencana pembangunan pabrik minyak goreng (Pamigo) mini. Ini kemajuan yang luar biasa dan tentu kita sangat mendukung."

Pernyataan tersebut disampaikan okeh Kepala Dinas Koperasi (Kadiskop) Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Arisman, saat membuka gelaran Pelatihan Manajemen Koperasi dan Leadership di Pekanbaru.

Makanya, menurut Arisman, pihaknya mendukung rencana pembangunan pamigo milik Koperasi Produsen Tunas Muda di Kampung Teluk Merbau, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Bahkan rencana ini justru menjadi contoh bagi koperasi lain di Negeri Istana itu.

Lantaran menjadi satu-satunya koperasi yang akan membuat Pamigo mini di wilayah Riau, pihaknya akan mengusulkan Koperasi Produsen Tunas Muda menjadi koperasi modern percontohan. 

"Selain rencana pamigo, koperasi ini juga memiliki segudang prestasi. Salah satunya yakni manajemen dan pengelolaan koperasi hingga mensejahterakan para anggotanya. Nah sebelum ada juga koperasi dari luar provinsi yang justru berkunjung untuk menggali ilmu di koperasi ini. Seperti dari Kalimantan dan daerah lainnya. Malah ada juga ayang akan datang dari Dumai namun masih kita tunda karena masih ada pembenahan di koperasi produsen tunas muda," paparnya.

"Mudah- mudahan koperasi ini menjadi ikon kabupaten Siak khususnya di dunia perkoperasian terutama di sektor perkebunan kelapa sawit," imbuhnya.

Ketua KUD Tunas Muda, Setiyono, mengatakan pamigo yang rencana akan dibangun itu berkapasitas 2 ton/jam. Dimana akan dibangun di lahan seluas 2.500 meter persegi. "Untuk lahan sudah kita siapkan, sekarang masih berjalan proses perizinannya," ujar pria yang juga merupakan Ketua Umum Aspek-PIR Indonesia itu.

Untuk bahan baku lanjut dia, akan dipasok dari kebun milik koperasi seluas 820 hektar. Dimana koperasi ini sendiri beranggotakan 365 orang yang juga tergabung dalam Aspek-PIR Indonesia. 

"Anggota sangat antusias dan mendukung rencana pembangunan pabrik ini," ujarnya 

Untuk pembelian TBS kata Setiyono tentu akan sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Namun dengan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pabrik itu sendiri.

Sementara untuk pemasaran produk minyak goreng yang akan dihasilkan pabrik tersebut nantinya akan di pasarkan di wilayah Siak. Baik itu untuk anggota koperasi atau juga masyarakat umum.

"Harapan pembangunan pabrik minyak goreng ini didukung pemerintah. Kemudian dapat membantu pemerintah untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri. Sehingga kuota minyak goreng dalam negeri selalu tersedia," jelasnya.

Tentu hadirnya pabrik minyak goreng ini kata Setiyono akan melahirkan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Baik sebagai pekerja di pabrik atau pun membantu dalam pemasaran.***