Minimalisir Banjir, Bupati Inhil Minta Perusahaan Sawit Alokasikan Dana CSR Mendukung Penggalian Parit dan Pembangunan Tanggul
Bupati Inhil, Herman. Foto: goriau.com
Tembilahan, kabarsawit.com - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, Herman, meminta perusahaan sawit yang beroperasi di daerah itu
untuk segera mengalokasikan dana CSR mereka guna mendukung kegiatan penggalian parit dan pembangunan tanggul.
Perusahaan-perusahaan kelapa sawit dimaksud adalah PT Surya Alam Ganda Makmur (SAGM), PT Guntung Idaman Nusa (GIN), dan PT Setia Agrindo Lestari (SAL).
“Pemerintah tidak tinggal diam melihat penderitaan warganya. Ini adalah langkah yang harus pemerintah ambil. Kasihan masyarakat yang selama ini menderita. Kami pemerintah akan terus mengupayakan agar banjir ini segera diatasi,” sebut Herman.
Bupati Herman menunjukkan komitmen kuat dalam menangani banjir yang melanda tiga kecamatan, yakni Tempuling, Batang Tuaka, dan Gaung Anak Serka.
Dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Aula Bappeda Inhil, Herman memimpin langsung diskusi strategis bersama Forkopimda, anggota DPRD, kepala OPD, camat, dan perwakilan perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah terdampak tersebut.
Banjir yang merendam lahan pertanian dan permukiman masyarakat di desa-desa seperti Pasir Mas, Kuala Sebatu, Junjangan, dan Lahang Hulu menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena telah berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat. Herman menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan dalam mengatasi bencana ini.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak harus menunjukkan tanggung jawab sosialnya melalui penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu masyarakat,” tegas Herman dalam keterangan tertulis Diskominfo Inhil dikutip Sabtu (21/6).
PT SAGM yang membina desa-desa terdampak seperti Pasir Mas, Kuala Sebatu, dan Junjangan, diminta untuk menyalurkan CSR-nya guna mendukung penggalian parit di Kecamatan Tempuling dan Batang Tuaka, yang akan mengalir langsung ke Sungai Indragiri.
Sementara PT GIN dan PT SAL direncanakan untuk membantu Desa Lahang Hulu menggali parit dan membuat tanggul yang tembus ke Sungai Kateman, sebagai upaya mempercepat aliran air dan mencegah genangan.
“Dengan adanya parit dan tanggul ini, diharapkan dapat mempercepat aliran air dari kawasan banjir ke Sungai Indragiri dan Sungai Kateman, sehingga mengurangi genangan di permukiman warga,” jelasnya.
Bupati Herman juga memastikan bahwa pelaksanaan di lapangan akan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa dana CSR harus digunakan secara transparan dan tepat sasaran, tanpa mengalir ke pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kami akan mengawasi penggunaan dana CSR agar benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat. Ini adalah bentuk empati dan tanggung jawab kita bersama, sebagai bagian dari kontribusi terhadap masyarakat yang terdampak banjir,” tegasnya.***








