Kendati Produksi Turun Akibat Cuaca Ekstrem, Petani di Rohul Masih Bisa Kantongi Rp7, 5 Juta/Bulan dari Kebun Sawitnya
Petani memuat TBS sawit di Rohul, Riau. Foto: riau.go.id
Pasirpengaraian, kabarsawit.com - Kendati cuaca ekstrem membuat produksi kelapa sawit menurun, tapi para anggota Koperasi Produsen Unit Desa (KPUD) Tani Sejahtera di Desa Bono Tapung, Kecamatan Tandun, Rokan Hulu (Rohul), Riau, tidak mengalami penurunan pendapatan yang tergolong signifikan
"Memang terjadi penurunan yang terjadi secara bertahap sejak beberapa bulan belakangan. Ini memang biasa terjadi saat musim kemarau seperti saat ini," ujar Ketua KPUD Tani Sejahtera, Barikun beberapa waktu lalu.
Kendati begitu, penurunan produksi sekitar 16 persen itu tidak berdampak signifikan terhadap penghasilan para petani anggotanya. Meski turun, petani masih terima gaji Rp7,5 juta setiap bulannya.
"Alhamdulillah sampai saat ini penghasilan petani masih baik, hanya turun Rp500 ribu dari yang biasanya penghasilan petani mencapai Rp8 juta/hektar," terangnya.
Baiknya produksi tersebut lanjut pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) itu lantaran kebun saat ini tengah dalam kondisi prima. Sebab masih berumur 10-11 tahun.
"Kebun kita sudah kita lakukan peremajaan. Saat ini umurnya baru 10-11 tahun dan memang masih dalam puncak produksi," bebernya.
Cerita peremajaan, dari 1.000 hektar, 850 hektar dilakukan lewat program revitalisasi dengan bekerjasama dengan dinas perkebunan kabupaten Rohul. Sementara sisanya dilakukan secara swadaya.
Sementara untuk luas kebun KPUD Tani Sejahtera total ada 1.375 hektar. Ini termasuk lahan pangan yang sudah ada.
"Kita bersyukur saat ini hasil kebun kita masih dibeli degan harga sesuai ketetapan dinas perkebunan. Sebab menang kita merupakan plasma dari PTPN III Regional 4," tandasnya.








