Tantangan Utama Budi Daya Sawit Adalah Pengendalian Hama dan Penyakit Serta Isu Keberlanjutan
Penandatanganan MoU IPB dan Agrinas Palma. Foto: Humas
Bogor, kabarsawit.com - Kolaborasi antara IPB University dan PT Agrinas Palma Nusantara menegaskan komitmen kedua pihak untuk memperkuat riset, inovasi, dan produktivitas di sektor pertanian nasional.
Kedua belah pihak secara resmi menjalin kerja sama strategis dalam pengembangan sektor perkebunan dan agroindustri, khususnya dalam pengembangan kelapa sawit. Kolaborasi ini
Rektor IPB University Prof Arif Satria, menyatakan bahwa IPB University siap menjadi pusat riset dan pengembangan (research and development/RnD) bagi Agrinas Palma.
“Kita punya sumber daya besar, baik dari sisi dosen maupun mahasiswa. IPB University siap menjadi mitra strategis untuk riset sawit, termasuk dalam isu hama penyakit dan keanekaragaman hayati,” ujarnya dalam keterangan resmi Humas IPB dikutip Rabu (2/6).
Lebih lanjut, Prof Arif menjelaskan tantangan utama dalam budi daya sawit terletak pada pengendalian hama dan penyakit, serta isu keberlanjutan. IPB University telah menyiapkan lahan percontohan sawit berkelanjutan di Jambi yang bahkan telah dikunjungi oleh 11 Duta Besar Uni Eropa.
Selain itu, IPB University juga telah mengembangkan metode deteksi keragaman hayati dan efektivitas pemupukan di lahan sawit berbasis algoritma. Ia juga menyoroti keberhasilan budi daya tumpang sari sawit dan sapi di Jonggol, serta produksi pakan ternak yang telah diekspor.
Di samping itu, juga terdapat produk turunan dari kelapa sawit seperti helm, rompi antipeluru, dan pakaian yang dinilai Prof Arif potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Termasuk potensi pengembangan gula dari sawit sebagai inovasi baru yang akan memberikan nilai tambah tinggi.
“Intinya, IPB University siap dijadikan RnD untuk Agrinas Palma. Karena ini Proyek Strategis Nasional (PSN), IPB University akan siap terus mendukung,” ujarnya.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo menyampaikan, pendirian perusahaan ini merupakan bagian dari visi besar Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian nasional.
“Kami ingin agar kekayaan negeri ini bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, Agrinas hadir sebagai bagian dari upaya membangun kedaulatan pangan dan energi nasional,” ujarnya.
Dengan target mengelola 1 juta hektare lahan sawit, Agrinas Palma menyadari pentingnya kolaborasi dengan institusi pendidikan dan riset seperti IPB University. Karena itu, kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri sawit berkelanjutan, yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi nasional.
“IPB University adalah institusi paling unggul di bidang pertanian, peternakan, dan agribisnis. Kami butuh pendampingan IPB University dalam pengelolaan crude palm oil (CPO), pengembangan minyak goreng, dan integrasi peternakan sapi dalam kebun sawit,” jelas Agus.***








