Bupati Bulungan Minta Limbah Sawit Dimanfaatkan dan Dikelola Jadi Pupuk Organik
Bupati Bulungan, Syarwani. Foto: tribunbatam.id
Tanjungselor, kabarsawit.com - Bupati Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Syarwani, menilai banyaknya limbah sawit harus dimanfaatkan oleh para petani dan dikelola menjadi pupuk organik.
Bupati Syarwani juga mengapresiasi perusahaan yang telah berinisiatif memaksimalkan limbah sawit menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Seperti diketahui, perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bulungan terus bertambah luas. Tidak hanya perusahaan, masyarakat pun semakin banyak yang menanam komoditas unggulan ini.
Produksi TBS sawit pun terus bertambah setiap tahun. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya limbah yang dihasilkan di pabrik pengolahan. Seperti diketahui, semakin luasnya perkebunan kelapa sawit, juga dibarengi dengan semakin banyaknya dibangun industri pengelolaan minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).
“Saya berterima kasih kepada beberapa perusahaan yang tidak hanya memproduksi CPO, tetapi juga memanfaatkan apa yang sering disebut limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk mendukung sektor perkebunan kecil milik masyarakat,” kata Syarwani dalam pernyataannya dikutip Jumat (4/7).
Menurutnya, upaya ini sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Limbah sawit yang diolah menjadi pupuk organik bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat, sekaligus mendukung produktivitas sektor perkebunan rakyat.
"Saya sudah menugaskan Kepala Dinas Pertanian Bulungan untuk mulai mengampanyekan penggunaan pupuk organik lokal dalam aktivitas perkebunan masyarakat," ungkapnya.
Ia menilai keterlibatan semua pihak, termasuk perangkat daerah lintas sektor, sangat penting dalam memperkuat pengembangan perkebunan sawit rakyat.
“Ini bisa menjadi kontribusi dari para pemilik perkebunan besar sawit di Bulungan. Selain itu, petani kita juga bisa mendapatkan manfaat langsung dengan hadirnya pupuk organik yang dihasilkan oleh masyarakat kita sendiri,” tegasnya.
Bupati Syarwani berharap, upaya bersama ini menjadi bagian dari strategi besar membangun ekosistem perkebunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Bulungan.
“Kita harus duduk bersama, melibatkan banyak pihak, agar pengembangan perkebunan di Bulungan ini semakin maju dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.***








