Saat Bhabinkamtibmas Melakukan Pendampingan Pengambilan Sampel Air Laut yang Diduga Tercemar
Persiapan pengambilan sampel air laut terkait dugaan pencemaran dari pabrik minyak goreng. foto: Humas Polres Bontang
Bontang, kabarsawit.com - "Pengambilan sampel air laut dilakukan di sekitar lokasi pembuangan limbah dari PT EUP. Hasilnya, ditemukan banyak ikan yang mati, gumpalan limbah, dan bau yang sangat menyengat."
Hal itu dikatakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bontang Lestari, Bripka Syamsiar Fadly AMd, saat melaksanakan kegiatan pendampingan pengambilan sampel air laut yang diduga tercemar akibat pembuangan limbah dari perusahaan minyak goreng PT Energi Unggul Persada (EUP) di Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Muhajir dan staf dari Dinas Lingkungan Hidup, Nurhasanah dan staf dari DKP3, tim dari BPBD, Luhur Prianingrat Seklur Bontang Lestari, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bontang Lestari, Bripka Syamsiar Fadly Unit II Sat Intelkam, Bripka Rocky dan Brigpol Wahyu, serta Risky dari PT EUP.
Fadly menjelaskan, pengambilan sampel air laur dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat dan viral di media sosial tentang pencemaran laut yang diduga disebabkan oleh limbah dari PT EUP.
Pada kegiatan tersebut, lanjutnya, sampel air laut diambil dari tiga titik. Yaitu Titik Pantau 1, Titik Pantau 2, dan Titik 3 Outfall, oleh Dinas LH, DKP3, dan PT EUP.
"Untuk memastikan hasilnya, sampel dibawa untuk dilakukan pengujian di laboratorium," sebutnya, dalam rilis Humas Polres Bontang dikutip Ahad (6/7).
Dengan kegiatan ini, Bhabinkamtibmas Bontang Lestari menunjukkan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kelurahan Bontang Lestari.***








