Aspek-Pir Sosialisasikan Sistem Kemitraan di Lebak, Dinilai Momentum Penting bagi Petani Sawit
Gelaran sosialisasi kemitraan Aspek-Pir dan PKS Kertajaya.(Ist)
Banten, kabarsawit.com - Aspek-Pir Banten bersama PTPN IV Regional I melalui PKS Kertajaya menggelar kegiatan sosialisasi kemitraan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Acara ini menjadi momentum penting bagi para petani untuk memahami lebih dalam konsep dan manfaat dari skema kemitraan yang sudah dan akan dijalankan.
Sosialisasi ini ditujukan kepada pekebun binaan Aspek-Pir yang tergabung dalam sejumlah kelompok tani. Para petani tersebut telah sepakat menjalin kemitraan dengan PTPN IV Regional I di bawah naungan Koperasi Jasa Putra Mandiri Sejahtera. Koperasi ini mengelola kebun kelapa sawit seluas 776 hektare yang telah menjalani program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
"Meskipun perjanjian kemitraan telah ditandatangani sebelumnya antara Direksi PTPN IV dan Ketua Koperasi, kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan memperkuat pemahaman petani terhadap hak, kewajiban, serta mekanisme kemitraan jangka panjang," ujar Ketua Aspek-Pir Banten, M Nur, Sabtu (19/7)
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (17/7) itu dihadiri sejumlah pemangku kepentingan. Ini menunjukkan keseriusan semua stakeholder dalam mengawal program PSR dan kemitraan sawit. Seperti, Abdul Muthalib Kepala Divisi PSR & Plasma, Arias Koordinator Project Sucofindo, Anton Project Manager PSR Sucofindo, Irmawati Perwakilan Direktorat Sawit dan Aneka Palma, Endri Susilo Manager PKS Kertajaya, M. Isnar Manager Kebun Kertajaya, Rahmat Affandi Kepala Bidang Tanaman Distrik Jaba, H. Ade Kepala Desa setempat serta para ketua kelompok tani.
"Peserta yang hadir juga bukan haya petani yang sudah menjalin kemitraan, ada juga petani yang tengah menjajaki untuk melakukan kerjasama," imbuhnya.
Menurut M Nur, kerjasama atau sinergi antara petani dan perusahaan mitra sangat penting untuk memastikan keberlanjutan usaha perkebunan rakyat. “Kemitraan ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ekosistem industri sawit yang berkelanjutan,” sambungnya.
Ia berharap adanya sosialisasi ini, petani lebih paham alur kemitraan. Ia juga mengharapkan bahwa sosialisasi ini menjadi awal yang baik untuk kemajuan kebun kelapa sawit di wilayah itu.***








