Beli Sebidang Lahan, Gapoktan Sawit Kena Tipu
Lahan di yang dipermasalahkan. Foto: Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Gabungan kelompok tani (Gapoktan) sawit di Kelurahan Dusun Baru Kecamatan Seluma Tengah, Kabupaten Seluma, kena tipu usai lahan yang dibelinya tak diakui kepemilikannya.
Sebidang lahan seluas 35 x 48 meter atau 1.680 meter persegi yang dibeli Gapoktan di RW 2 sebagai tempat penimbunan TBS kelapa sawit disengketakan Bustami (60) selaku pemilik awal, warga Kelurahan Dusun Baru.
Ketua RW 2 Kelurahan Dusun Baru, Suptono Joyo mengatakan, tanah yang dijual Bustami seharga Rp600 ribu pada 1994 lalu ditandatangani hanya lewat surat jual beli di atas materai tertanggal 22 Februari.
Adanya klaim lahan yang disengketakan Bustami membuat para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Dusun Baru memanas.
"Sebidang lahan tersebut sejarahnya dulu telah dijual oleh Bustami kepada Gapoktan untuk dijadikan tempat penimbunan TBS, namun Bustami tidak mengakui tandatangannya," kata Suptono, kemarin.
Lebih lagi penggugat luas lahan tersebut mencapai 1 hektare, namun kenyataannya hanya seluas 1.680 meter persegi, karena pemilik lahan yang ada di sekitar lahan yang disengketakan sudah bersertifikat seluruhnya.
Namun bukannya menahan diri, lanjut dia, Bustami malah memagari lahannya dan melarang ada aktivitas di lahan tersebut.
"Lahan tempat penimbunan itu kini dijadikan sebagai lapangan voli karena lama terbengkalai. Tapi baru-baru ini malah Bustami melakukan pemagaran dan menanaminya dengan pohon ubi," terang Suptono.
Menyikapi hal ini, Lurah Dusun Baru Kecamatan Seluma Sugiarto, mengatakan sudah berupaya memfasilitasi kedua belah pihak dengan melibatkan Polsek Seluma dan Koramil Tais.
Namun setelah sebulan lalu dilakukan rapat pertama, tidak ada titik temu dari keduanya.
"Sebulan lalu Bustami mau menggugatnya di Pengadilan Negeri tapi tidak kunjung teregister. Jumat lalu kami ajukan rapat kedua, yang bersangkutan malah tidak hadir, padahal sudah kita undang dan dijemput Linmas, orangnya tidak ada di rumah," ucap Sugiarto.
Atas kejadian ini pihaknya pun akan kembali melakukan mediasi ketiga pada pekan depan sehingga permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan baik.








