Sempat Vakum Sejak 2017, Hubungan Bilateral Pertanian RI dengan Selandia Baru Dibuka Lagi
Mentan RI Andi Amran Sulaiman menandatangani MoU dengan Menteri Pertanian, Perdagangan, Investasi, dan Kehutanan Selandia Baru, Todd McClay. Foto: Kementan
Jakarta, kabarsawit.com – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama pertanian dengan Menteri Pertanian, Perdagangan, Investasi, dan Kehutanan Selandia Baru, Todd McClay, di Kantor Pusat Kementan, Jakarta. Momentum ini jadi peluang besar bagi komoditas unggulan Indonesia untuk merajai pasar Selandia Baru.
MoU ini menandai kebangkitan kembali hubungan bilateral pertanian yang sempat vakum sejak 2017. Fokusnya? Memperluas pasar ekspor Indonesia, khususnya untuk minyak kelapa sawit (CPO), kelapa, karet, kakao, dan kopi.
“Kami harapkan penandatanganan MoU ini menjadi win-win solution. Perdagangan antara Selandia Baru dan Indonesia harus balance, dan komoditas unggulan kita siap masuk lebih besar ke pasar mereka,” ujar Mentan Amran dalam keterangannya dikutip Sabtu (9/8).
Dalam pertemuan tersebut, Amran mempromosikan langsung kopi Toraja dan Lampung kepada delegasi Selandia Baru. Namun, strategi besar Kementan adalah meningkatkan ekspor CPO dan kelapa yang selama ini menjadi primadona perdagangan global.
Amran menegaskan, CPO Indonesia adalah nomor satu di dunia, dan Selandia Baru menyambut positif peluang untuk meningkatkan pasokan dari Indonesia. “Kami juga menawarkan kelapa, mereka antusias. Ini kerja sama yang saling menguntungkan, apalagi di tengah kondisi perdagangan dunia yang sedang tidak baik-baik saja,” tegasnya.
Tak hanya perdagangan, MoU ini juga mencakup transfer teknologi pertanian, peningkatan produktivitas, dan penguatan sistem pangan berkelanjutan. Harapannya, kolaborasi ini mampu membuka jalan bagi pembangunan sektor pertanian yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Menteri Todd McClay pun menyampaikan komitmennya. Menurutnya, Indonesia adalah mitra strategis bagi Selandia Baru, terutama di bidang ketahanan pangan dan inovasi pertanian.
“Kita akan bekerja sama dalam pertanian dan teknologi, saling bertukar ide untuk mendukung peningkatan produksi pangan dan kemandirian Indonesia, termasuk penyediaan makanan bagi anak-anak sekolah,” ujar McClay.
Berdasarkan data 2024, nilai ekspor utama komoditas pertanian Indonesia ke Selandia Baru didominasi kelapa dengan nilai mencapai USD 161 juta, diikuti karet senilai USD 35,9 juta, tanaman hias lainnya sebesar USD 4,4 juta, serta kelapa sawit (CPO) yang mencatatkan angka USD 3,2 juta.
Dengan adanya MoU ini, target peningkatan ekspor diproyeksikan melonjak signifikan, mengingat tingginya permintaan Selandia Baru terhadap produk tropis berkualitas.
Sebagai bentuk apresiasi, McClay secara khusus mengundang Mentan Amran untuk berkunjung ke Selandia Baru. Ia ingin menunjukkan langsung praktik pertanian di negaranya dan mencari lebih banyak peluang kerja sama.
“Merupakan kehormatan bagi saya bisa di sini. Terima kasih atas komitmen kuat Indonesia dalam memperkuat kemandirian pangan nasional,” tutup McClay.***








