https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Harga CPO Melesat Akhir Pekan Lalu, Tercatat sebagai Kinerja Impresif Sepanjang Minggu

Harga CPO Melesat Akhir Pekan Lalu, Tercatat sebagai Kinerja Impresif Sepanjang Minggu

Ilustrasi ekspor CPO. Foto: riau.go.id

Jakarta, kabarsawit.com – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) melesat pada akhir pekan lalu dan mencatatkan kinerja impresif sepanjang minggu. Di Bursa Malaysia, kontrak pengiriman Oktober ditutup di level MYR 4.478 per ton pada Jumat (15/8), naik 1,7% dibandingkan hari sebelumnya. Angka ini merupakan posisi tertinggi sejak 3 April atau lebih dari empat bulan terakhir.

Secara mingguan, harga CPO juga membukukan kenaikan signifikan sebesar 5,24%. Lonjakan ini menandai tren penguatan yang dipicu oleh dua faktor utama yakni peningkatan permintaan ekspor dan potensi pengurangan pasokan dari Indonesia.

Data dari AmSpec Agri Malaysia menunjukkan ekspor produk minyak sawit negeri jiran pada periode 1–15 Agustus melonjak 21,3% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, Intertek Testing Services mencatat pertumbuhan 16,5% pada periode yang sama. Peningkatan ekspor ini memberi sentimen positif dan mendorong pelaku pasar optimistis terhadap permintaan global minyak sawit.

Dari sisi pasokan, Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia juga menjadi sorotan. Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di hadapan Sidang Tahunan DPR, MPR, dan DPD menegaskan bahwa ada sekitar 3,7 juta hektare lahan sawit yang melanggar izin. Ia menekankan akan mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran tersebut.

Secara teknikal, tren mingguan masih menunjukkan bahwa harga CPO berada di zona bullish. Hal ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) sebesar 58, yang masih berada di atas level netral 50. Posisi ini menandakan potensi penguatan lanjutan.

Namun, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh level 100, menandakan kondisi overbought atau jenuh beli. Kondisi ini membuka peluang adanya koreksi harga dalam jangka pendek.

Target support terdekat saat ini berada di MYR 4.299/ton, yang merupakan level Moving Average (MA) 5. Jika level ini tertembus, maka harga bisa melanjutkan penurunan ke MA-10 di MYR 4.179/ton.

Sebaliknya, jika harga mampu menembus resisten terdekat di MYR 4.516/ton, maka ada potensi penguatan lebih lanjut menuju kisaran MYR 4.611–4.622/ton.

Analis senior Phillip Futures Sdn Bhd Malaysia, David Ng, menilai kenaikan harga CPO pekan lalu didukung oleh kombinasi faktor permintaan ekspor dan kekhawatiran pasokan dari Indonesia.

“Permintaan yang meningkat dari pasar luar negeri dan potensi pengetatan pasokan domestik menjadi katalis utama yang menjaga tren bullish CPO. Namun, pasar tetap harus mewaspadai aksi ambil untung dalam jangka pendek,” jelasnya.

Dengan kombinasi sentimen fundamental dan teknikal, pekan ini harga CPO diperkirakan masih berfluktuasi dengan kecenderungan menguat, meski peluang koreksi jangka pendek tetap terbuka. Faktor ekspor Malaysia dan kebijakan Indonesia akan terus menjadi penentu arah harga di pasar global.***