https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Penerbangan Pelita Air Berbahan Bakar dari Minyak Jelantah Sukses, Penumpang: Nyaman Banget

Penerbangan Pelita Air Berbahan Bakar dari Minyak Jelantah Sukses, Penumpang: Nyaman Banget

Penumpang pesawat berbahan bakar jelantah. foto: Pelita Air

Jakarta, kabarsawit.com - Pertamina bersama maskapai Pelita Air menggelar penerbangan perdana menggunakan Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang berbahan dasar minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO). Rute Jakarta – Bali.

Ini menjadi saksi sejarah penggunaan bahan bakar hijau, yang
menandai komitmen kuat Indonesia menuju penerbangan berkelanjutan.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa penerbangan ini bukan sekadar agenda uji coba, melainkan tonggak penting dalam peta jalan transisi energi nasional.

“Ini peristiwa bersejarah. Pesawat Pelita Air hari ini benar-benar terbang dengan SAF, campuran 2,5% minyak jelantah yang bisa mengurangi emisi karbon dan membuat langit lebih bersih. Pertamina ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan energi masa depan untuk dunia penerbangan. Harapan kami, langkah ini berlanjut secara luas dan semakin memperkuat posisi Pertamina di tingkat global,” kata Agung dalam keterangannya dikutip Ahad (24/8).

Penerbangan perdana dengan SAF ini mendapat respon positif dari para penumpang. Grace, salah satu penumpang dari Jakarta, mengaku perjalanan tetap terasa nyaman tanpa perbedaan signifikan dari avtur biasa.

“Nyaman banget, nggak ada bedanya sama penerbangan pakai avtur konvensional. Semua smooth. Saya percaya dengan Pertamina, apalagi mereka selalu jadi yang pertama dalam hal energi. Jadi rasanya aman sekali naik Pelita Air,” ujarnya.

Senada dengan itu, Saiful, penumpang lain, merasa bangga bisa ikut menjadi bagian dari sejarah. “Ternyata ini penerbangan pertama pakai bahan bakar ramah lingkungan. Keren sekali. Semoga Pertamina dan Pelita Air terus sukses dan makin banyak penerbangan SAF di masa depan,” katanya.

SAF berbasis minyak jelantah disebut-sebut sebagai solusi nyata untuk mengurangi jejak karbon industri aviasi. Selain ramah lingkungan, pemanfaatan minyak jelantah juga membuka peluang ekonomi sirkular dengan mengubah limbah rumah tangga menjadi energi bernilai tinggi.

Indonesia sendiri memiliki potensi besar produksi SAF karena pasokan minyak jelantah yang melimpah. Dengan pengembangan teknologi ini, industri penerbangan Tanah Air bisa ikut mempercepat pencapaian target penurunan emisi nasional.

Pertamina memastikan akan terus memperluas produksi dan penggunaan SAF, sejalan dengan target keberlanjutan dunia aviasi. Penerbangan Jakarta – Bali kali ini hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju langit yang lebih hijau, bersih, dan ramah lingkungan.***