https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Borneo Forum ke-8 Diramaikan 24 Peserta Pameran dari Berbagai Perusahaan, UMKM, dan Media

Borneo Forum ke-8 Diramaikan 24 Peserta Pameran dari Berbagai Perusahaan, UMKM, dan Media

Pembukaan Borneo Forum ke-8 di Pontianak. Foto: ist.y

Pontianak, kabarsawit.com – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) se-Kalimantan menggelar Borneo Forum 2025. Ini adalah kali ke delapan ajang yang sama digelar secara bergiliran di semua provinsi di Kalimantan.

“Di tahun ke delapan penyelenggaraan Borneo Forum, kami diamanahkan menjadi tuan rumah,” kata Ketua Panitia Borneo Forum 2025 yang juga Ketua GAPKI Kalbar, Purwati Munawir, dalam keterangannya dikutip Selasa (26/8).

Selain menjadi ajang diskusi pertukaran ide dan berbagi inovasi para pemangku kepentingan, Borneo Forum diramaikan 24 peserta pameran dari berbagai perusahaan, UMKM, dan media. “Kampanye digital yang positif sangat penting untuk membumikan citra sawit Indonesia di mata dunia,” ujar Purwati.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyebutkan bahwa sektor perkebunan sawit sudah tiga kali menyelamatkan perekonomian negeri ini. “Saat krisis 1998, badai global 2008, dan pandemi Covid-19 melumpuhkan dunia, sawit tetap berdiri tegak,” tandasnya.

Salah satu isu sentral yang dibahas dalam forum ini adalah Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Eddy menyebut bahwa realisasi PSR masih lambat. “Kalau PSR berjalan optimal, masyarakat kecil yang bergantung pada sawit akan lebih sejahtera,” ujarnya.

“GAPKI mendorong sinergi lebih erat antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk mempercepat program PSR demi peningkatan produktivitas,” tambahnya.

Menurutnya, Borneo Forum dan agenda sejenis seperti Andalas Forum di Sumatera, harus dimanfaatkan maksimal untuk memberi masukan langsung kepada pemerintah. “Borneo Forum 2025 menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak,” sebutnya.

Selain PSR, isu lain yang menjadi bahasan serius di Borneo Forum ke-8 yakni deforestasi dan keberlanjutan, ketahanan pangan dan energi, transparansi tata kelola, dan perlindungan petani kecil. Forum ini diharapkan menjadi peta jalan yang menyatukan berbagai perspektif dari pengusaha besar, pemerintah, akademisi, hingga masyarakat adat dan petani kecil.***