https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Khawatir Tidak Ada Penerus, Aspek-PIR Dorong Anak Petani Sawit Pulang Kampung

Khawatir Tidak Ada Penerus, Aspek-PIR Dorong Anak Petani Sawit Pulang  Kampung

Ketua Umum Aspek-Pir, Setiyono. Foto: Dok. Elaeis  

Pekanbaru, kabarsawit.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-PIR) mendorong para generasi muda yang notabenenya adalah anak petani kelapa sawit untuk mau pulang ke kampung. Sebab sektor perkebunan kelapa sawit butuh generasi penerus untuk kelapa sawit berkelanjutan.

"Saat ini kita mulai khawatir tidak ada penerus petani untuk mengembangkan kelapa sawit di kampung halaman," ujar Ketua Umum Aspek-PIR dalam gelaran Praktik Pembuatan Laporan Keuangan dan Perpajakan Bagi UMKM Provinsi Riau di Universitas Islam Riau (UIR), Kamis (28/8).

Kata Setiyono, tidak sedikit anak- anak petani kelapa sawit yang mengeyam pendidikan di kota-kota besar, tidak terkecuali di UIR. Sementara setelah lulus, anak- anak petani tadi justru tidak kembali ke kampung halaman.

"Kami saat ini sudah generasi kedua, dan sudah sangat jarang anak muda yang mau kembali terjun ke kebun kelapa sawit. Jika begini terus maka kami khawatir perkebunan kelapa sawit tidak produktif lantaran tidak ada yang melanjutkan. Bahkan terburuknya kelapa sawit bisa musnah," tuturnya 

Untuk itu Ia berharap, perguruan tinggi seperti UIR mendukung para generasi muda untuk pulang ke kampung halaman. Dengan harapan mampu mengembangkan ilmu pengetahuannya di perkebunan kelapa sawit.

Setiyono mengamini pernyataan Ketua Dewan Pengawas Aspek-Pir, Rusman Heriawan yang menjelaskan bahwa perkebunan kelapa sawit adalah salah satu sektor yang sangat potensial untuk mengentaskan kemiskinan. Sebelumnya pernyataan itu disampaikan Rusman pada  gelaran Bisnis Forum Kemitraan Sawit 2025 yang ditaja Aspek-Pir di Pekanbaru, Rabu (27/8) kemarin.

Menurutnya, perkebunan kelapa sawit memiliki karakteristik yang sangat kuat untuk kesejahteraan petani lewat kemitraan yang terus terjalin sejak 1980. Salah satunya yakni kemitraan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kini lebih dikenal dengan PTPN IV.

"Coba kita lihat kasat mata petani sawit sekarang, jarang yang miskin. Semuanya terangkat. Ini fakta bahwa pengurangan kemiskinan sangat cepat dari sektor kelapa sawit. dan itu tentu menyumbang penurunan kemiskinan nasional," terangnya.***