https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pastikan Ketersediaan Bibit Unggul, Pemkab Pasbar Jalin Kerja Sama dengan PPKS Medan

Pastikan Ketersediaan Bibit Unggul, Pemkab Pasbar Jalin Kerja Sama dengan PPKS Medan

Ilustrasi pembibitan sawit. Foto: gokomodo.com

Simpang Ampek, kabarsawit.com - Berbagai upaya dilakukan Pemkab Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), untuk meningkatkan kesejahteraan petani, terutama pekebun sawit.

Terbaru, Pemkab Pasbar melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) menjalin kerjasama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut)

Plt Kepala Disbunnak Pasbar Afrizal menjelaskan kelapa sawit merupakan salah satu komoditi andalan Pasbar. Dimana kelapa sawit adalah penopang perekonomian salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) itu.

"Langkah ini adalah upaya untuk menjamin ketersediaan bibit unggul bagi petani. Tujuannya agar produksi kebun kelapa sawit lebih maksimal dan ekonomi masyarakat meningkat," ujarnya, Sabtu (4/10).

Kerjasama itu, kata Afrizal, terjalin saat pihaknya bersama Wakil Bupati M Ihpan mengunjungi PPKS, PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) dan Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya mutu benih sangat penting dalam pembangunan kebun kelapa sawit. Sebab adalah langkah awal untuk mendukung kelapa sawit berkelanjutan.

Lanjutnya, selain produksi yang bagus, usia kebun kelapa sawit juga akan lebih lama jika menggunakan benih yang berkualitas. Usia tanaman bisa sampai 25 tahun 

"Kalau bibit tidak unggul, produksi kelapa sawit maksimal hanya 7 tahun. Itu pun hasilnya hanya 1 ton/hektar/bulan," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya terus memberikan edukasi kepada petani agar menggunakan benih berkualitas atau bibit unggul saat membangun atau meremajakan kebun kelapa sawitnya.

Mengingat, luas kebun sawit di Pasbar mencapai 189.508 hektare terdiri dari perkebunan besar seluas 62.574 hektare dan perkebunan rakyat seluas 126.934. Sementara untuk produksi saat ini tercatat  2.873.113,89 ton.***