https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Legislator Senayan Minta Agrinas Jadi Wajah Baru BUMN yang Peduli Keberlanjutan

Legislator Senayan Minta Agrinas Jadi Wajah Baru BUMN yang Peduli Keberlanjutan

Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar. Foto: waspada.id

Jakarta, kabarsawit.com – Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar menegaskan, Agrinas Palma memegang peran strategis dalam mendorong kemandirian industri sawit nasional.

Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap BUMN hanya bisa dijaga lewat manajemen yang bersih dan hasil nyata di lapangan.

“Jangan sampai Agrinas Palma mengulang kegagalan BUMN lama yang asetnya besar tapi akhirnya tersandung persoalan pengelolaan. Kita minta Pak Jenderal Agus Sutomo dan jajaran direksi bekerja profesional dan akuntabel,” ujar Nasril dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama direksi Agrinas Palma di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/10).

Nasril menilai target yang diemban Agrinas Palma bukan hal kecil. Pemerintah menugaskan perusahaan ini untuk mengelola lahan sawit hingga 3 juta hektare pada tahun 2026, dengan estimasi nilai aset mencapai Rp300 triliun.

Potensi itu, katanya, bisa menjadi sumber dividen besar bagi negara sekaligus penggerak ekonomi rakyat.

“Kalau tiga juta hektare dikelola dengan benar, Indonesia tidak hanya cukup sawit untuk kebutuhan dalam negeri, tapi juga bisa memperkuat ekspor. Ini peluang besar yang tidak boleh disia-siakan,” ujarnya.

Nasril juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, pengelolaan sawit modern harus berorientasi pada efisiensi, keberlanjutan, serta manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar.

“Jangan hanya bicara angka produksi, tapi juga dampak sosial dan lingkungan. Agrinas Palma harus jadi wajah baru BUMN yang peduli keberlanjutan,” tambahnya.

Sebagai informasi, PT Agrinas Palma Nusantara mendapat mandat dari pemerintah untuk mengelola lahan sawit hasil penertiban kawasan hutan oleh Satgas PKH. Dari sekitar 833 ribu hektare lahan, sebagian besar dalam kondisi rusak dan memerlukan pemulihan agar kembali produktif.

Komisi VI menegaskan akan terus mengawasi kinerja Agrinas Palma agar benar-benar menjadi penggerak utama sawit nasional, bukan sekadar nama baru dengan kesalahan lama.***