https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Kekurangan Duit, Peremajaan Sawit di Babel Mandeg!

Kekurangan Duit, Peremajaan Sawit di Babel Mandeg!

Ilustrasi-tanaman kelapa sawit di Bengkulu.

Babel, kabarsawit.com - Keterbatasan dana membuat sebagian besar petani di Provinsi Bangka Belitung (Babel) kesulitan melakukan peremajaan sawit. 

Apalagi, komposisi besar di daerah itu merupakan petani swadaya. Alhasil petani kesulitan mendapatkan duit program peremajaan sawit rakyat (PSR) Rp30 juta per hektare dari BPDPKS.

"Kelompok petani bermitra paling ada di sini hanya 25 persen. Sisanya swadaya," kata Ketua DPW APKASINDO Provinsi Babel, H. Sahuruddin kepada kabarsawit.com, Senin (6/3).

Sebagian besar kebun petani swadaya itu saat ini sudah berusia tua, dan waktunya untuk dilakukan peremajaan. "Petani sadar akan hal itu, juga tahu bahwa kebun yang sudah tua saatnya diremajakan agar tingkat produktivitas kebun tetap terjaga," tambahnya.

Namun yang jadi persolan, kata Sahuruddin, mereka tidak memiliki kemampuan finansial untuk melakukan kegiatan replanting terhadap tanaman kelapa sawit tersebut. 

"Terutama petani swadaya yang kelas ekonominya menengah ke bawah. Walau harga sawit terus membaik, namun hasil yang dikantongi petani sangat tipis karena biaya perawatan juga tinggi," ujarnya. 

Maka itu, menurut Sahuruddin, jalan keluar dari persoalan itu antara lain petani swadaya membutuhkan uluran tangan pihak lain untuk mereplanting tanaman sawit.

"Salah satu harapan kita pada BPDPKS. Ini semua demi keberlanjutan industri kelapa sawit di Babel," pungkasnya.