Jangan Rusak Ekosistem Mangrove dengan Sawit
Penanaman mangrove di Muara Sungai Jenggalu.
Bengkulu, kabarsawit.com - Aktivis lingkungan melarang keras wilayah konservasi tanaman mangrove di pesisir sungai Jenggalu Kota Bengkulu ditanami sawit.
Pembina Kampung Jenggalu Kito, Rifi Zul Hendri mengatakan wilayah pesisir sungai Jenggalu yang masuk dalam Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang merupakan habitat asli tanaman mangrove.
Perambahan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab sebulan terakhir mengikis 33,4 hektare area asli hutan mangrove. Padahal wilayah tersebut merupakan daerah konservasi tanaman mangrove.
"Taman Wisata Alam Pantai Panjang punya luasan 967,2 hektare. Jika ini dirambah dan dibiarkan, bisa kami pastikan, wilayah pesisirnya tidak akan cocok lagi untuk konservasi mangrove," kata Rifi, kemarin.
Yang Ia takutkan, rusaknya hutan mangrove menyebabkan hilangnya penahan alami abrasi laut dan erosi.
"Ini menjadi perhatian kita, itulah kenapa ada pembinaan di permukiman Jenggalu Kito yang didiami sekitar seratusan kepala keluarga untuk bisa menyatu dengan mangrove," kata dia.
Menurutnya, ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang memiliki peran dan fungsi yang sangat penting sehubungan dengan perannya dalam aspek ekologi dan ekonomi.
Secara ekologis, mangrove berperan sebagai mata rantai makanan di suatu perairan yang dapat menunjang kehidupan berbagai jenis biota di dalamnya.
"Mangrove menjadi tempat favorit ikan-ikan kecil berkembang biak. Ada juga kepiting sungai," jelas Rifi.
Karena itu, dirinya bersama komunitas lain menjadikan kampung Jenggalu Kito sebagai percontohan yang mengedepankan kearifan mangrove untuk mendorong kunjungan wisatawan.
"Di siini sudah kami lakukan pembinaan pengelolaan mangrove dengan menjadikannya sebagai bahan baku kuliner seperti teh mangrove, keripik mangrove dan jajanan lainnya. Itu sudah diakui dalam rekor MURI minum 1.000 teh mangrove akhir tahun lalu," sampai Rifi.
Untuk kembali memulihkan kondisi hutan mangrove, Rifi mengajak masyarakat dan pemerintah setempat berupaya menjaga dan melakukan penanaman serta pemanfaatan kawasan kritis untuk ditanami mangrove dari pada menanami sawit.
"Memang sawit tidak bisa ditanam di pesisirnya. Tapi ketika sudah ada aktivitas perkebunan sawit, mangrove tidak akan ada lagi," tukasnya.








