https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Sawit Diminta Manfaatkan Kredit Alsintan

Petani Sawit Diminta Manfaatkan Kredit Alsintan

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Helmi Yuliandri.

Bengkulu, kabarsawit.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong petani kelapa sawit memanfaatkan kredit usaha alat dan mesin pertanian atau krutan untuk membeli peralatan pertanian modern.

Menurut Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Helmi Yuliandri, kemarin, ada bunga rendah bagi petani sawit yang memanfaatkan Krutan, yakni hanya disertai bunga 3 persen dari pembelian.

Ia mendorong kelompok tani, agar tidak ragu mengakses Krutan guna permodalan usaha tani. Salah satunya untuk memiliki alsintan sendiri sesuai kebutuhan Poktan.

"Petani boleh mengambil kredit usaha alsintan, sepanjang itu dipakai untuk beli paket alsintan, jangan ragu-ragu. Mumpung bunganya rendah, 3%," kata Helmi kepada kabarsawit.com, kemarin.

Menurut Helmi, dana Krutan mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan mekanisasi untuk membantu peningkatan produksi, yang dapat digunakan bagi kelompok tani seperti untuk membeli mesin panen maupun pengangkutan.

"Alsintan bantuan pemerintah memang terbatas. Tapi bila ada kelompok tani yang ingin memiliki Alsintan sendiri, silakan ajukan kredit ke bank," tegasnya.

Selain itu, pembiayaan yang menjadi kepanjangan tangan Kementan dalam membantu memfasilitasi petani mengakses perbankan dalam memanfaatkan dana kredit usaha.

Dia berharap, Permenko tentang Krutan ini bisa dilaksanakan dengan baik oleh bank pelaksana, sehingga petani dan pelaku usaha pertanian lainnya bisa memanfaatkan dengan baik segala kemudahan yang ada dalam kredit ini.

"Bunga 3% ini sangat kecil. Ini harus dimanfaatkan oleh petani-petani kita, sehingga hulu dan hilir bisa memanfaatkan kebijakan relaksasi kredit di sektor pertanian ini," harapnya.

Helmi melanjutkan, aturan soal bunga kredit rendah ini memang sudah sangat dinantikan oleh para petani, sehingga nantinya, petani tidak lagi mengandalkan bantuan dari pemerintah yang terbatas jumlahnya.

"Alsintan ini memang dapat mempercepat proses pemanenan, pengolahan, mengurangi angka loss produksi dan efisien di tengah penurunan tenaga kerja pertanian kita. Ini tentu menjadi terobosan menjadikan pertanian kita semakin maju dan modern," kata Helmi.