https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

CPOPC: Framing Negatif ke Sawit Sering Kali Tidak Adil

CPOPC: Framing Negatif ke Sawit Sering Kali Tidak Adil

Deputi Sekjen CPOPC Dr. Musdhalifah Machmud. Foto: cpopc.net

Nusa Dua, kabarsawit.com - Negara-negara produsen sawit, termasuk Indonesia dan Malaysia, perlu lebih percaya diri melawan tuduhan bahwa sawit adalah perusak lingkungan

Demikian diingatkan Deputi Sekjen Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Dr. Musdhalifah Machmud, saat penutupan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 di Nusa Dua, Bali, 14 November 2025.

“Kita harus bangga. Negara produsen minyak sawit masuk yang terbesar di dunia, tapi tetap punya cakupan kawasan hutan yang luas,” tegasnya.

Musdhalifah menilai, framing negatif yang selama ini dilemparkan ke sawit sering kali tidak adil. Ada komoditas lain yang dipromosikan sebagai ramah lingkungan, padahal negara produsennya justru nyaris tak memiliki hutan tersisa.

“Tidak fair ketika negara lain mengembangkan komoditas lain tanpa hutan, tapi kita yang masih punya 63 persen kawasan hutan justru dituding merusak lingkungan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan masyarakat adat dan komunitas desa di sekitar hutan lah yang membuat kawasan tersebut tetap terjaga.

Ekonomi berbasis perkebunan sawit membantu mencegah deforestasi oleh aktivitas ilegal karena masyarakat justru menjaga kawasan yang menjadi sumber penghidupan mereka.

“Maka sangat keliru anggapan sawit merusak lingkungan. Yang benar, ekosistem berubah—tapi hutan tetap ada, dan masyarakat yang hidup di pinggir kawasan justru menjaga curah hujan, menjaga keseimbangan ekologis,” ucapnya.***