Para Peserta Workshop EMG di Dumai Diajak Membuat Malam Berbahan Turunan Sawit
Pembuatan malam berbahan dasar turunan kelapa sawit. Foto: Dok
Dumai, kabarsawit.com - Pada sesi kedua peserta "Workshop dan Praktek Produksi Batik Sawit" di Kota Dumai para peserta diajak membuat malam berbahan turunan kelapa sawit secara langsung.
Kegiatan tersebut dilakukan usai mendapat pemaparan materi mengenai bahan- bahan pembuatan batik kelapa sawit.
Dalam pembuatan malam (lilin) batik itu dipandu langsung oleh Mitahudin Nur Ihsan dan Rizky Junianto dari Smart Batik Yogyakarta. Peserta ikuti pembuatan malam itu tahap demi tahap.
Dalam praktik pembuatan malam ini, peserta dibagi menjadi 10 kelompok. Dimana satu kelompok beranggotakan 5 orang. Sementara, setiap kelompok mengutus salah satu anggota untuk menyaksikan langsung pembuatan malam itu.
Sementara anggota lain menyaksikan melalui tayangan video secara online di layar. Ini dilakukan lantaran keterbatasan lokasi kegiatan.
"Bahan-bahan pembuatan malam batik umumnya adalah damar, gondorukem, parafin, dan kendal. Namun untuk batik sawit penggunaan parafin diganti menggunakan stearin. Ini merupakan bahan yang didapat dari pemisahan minyak kelapa sawit menjadi bagian cair dan padat," terang Rizky Junianto dari Smart Batik Yogyakarta dalam gelaran praktek tersebut.
Keunggulan menggunakan malam atau lilin sawit ini, kain batik akan semakin halus dan lebih ramah terhadap kesehatan. Baik saat digunakan maupun saat proses pembuatan batik itu sendiri.
"Menggunakan malam sawit, asap yang ditimbulkan saat pemasakan tidak banyak, sehingga tidak mengganggu. Aroma malam juga tidak menyengat jadi lebih aman pada pernafasan," jelas Rizky, Selasa (18/11)
"Ini bisa jadi peluang baru bagi pembatik di Riau terutama di Dumai. Sebab Riau merupakan lumbung kelapa sawit sementara Dumai memiliki sejumlah perusahaan besar yang juga menghasilkan stearin tadi," imbuh Mitahudin Nur Ihsan selaku Owner Smart Batik Yogyakarta itu.
Ihsan yang juga Ketua Umum Paguyuban Batik Sawit itu menjelaskan pembuatan malam sawit relatif lebih mudah. Bahkan memiliki daya jual yang tinggi lantaran keunikannya. Tak ayal produk-produk buatannya dikirim sejumlah perusahaan besar.
"Ini peluang bagi UKMK di Riau. Saya yakin dapat jadi bisnis yang berkembang jika dirintis dengan sungguh- sungguh dan didukung pemerintah setempat. Apalagi pangsa pasar batik di Riau cukup besar," tandasnya.
Pembuatan malam sawit ini juga disaksikan oleh Ketua Dekranasda Kota Dumai Hj. Leni Ramaini, SKM yang penasaran dengan pembuatan malam sawit ini.
"Batik malam sawit ini bisa jadi potensi unggulan baru yang dapat menjadi ciri khas Kota Dumai. Dekranasda siap mendukung setiap inovasi yang memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang. Malam sawit adalah potensi besar untuk melahirkan produk batik khas daerah. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dan menjadi bagian dalam mempromosikan batik sawit Dumai,” tandasnya.***







