https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Berikan Kuliah Umum di INSTIPER Yogyakarta, Ini Pesan Dida Gardera

Berikan Kuliah Umum di INSTIPER Yogyakarta, Ini Pesan Dida Gardera

Ilustrasi mahasiswa INSTIPER Yogyakarta. Foto: jogpaper.net

Yogyakarta, kabarsawit.com - Anggota Dewan Pengawas BPDP, Dida Gardera, menegaskan menempuh pendidikan di INSTIPER bukan sekadar fasilitas akademik, melainkan mandat untuk menjadi generasi baru penggerak perubahan di sektor sawit nasional.

“Saudara-saudara telah melalui seleksi yang sangat kompetitif. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ilmu yang diperoleh di sini akan menjadi bekal penting ketika Anda kembali ke daerah masing-masing untuk berkontribusi pada pembangunan industri sawit,” ujar Dida. 

Dida mengatakan itu ketika ratusan mahasiswa penerima Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) di INSTIPER Yogyakarta mengikuti kuliah umum pertengahan September lalu. 

Mereka datang dari berbagai daerah penghasil sawit, membawa harapan dan semangat yang sama: membangun industri sawit Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan BPDP untuk memantau jalannya Beasiswa SDM PKS—program yang sejak awal dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sawit, baik di sektor hulu maupun hilir. 

Dengan meningkatnya tuntutan global terhadap keberlanjutan dan transparansi, kebutuhan tenaga profesional yang menguasai teknologi, manajemen, dan inovasi makin mendesak.

Rektor INSTIPER, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya tanggung jawab moral bagi setiap penerima beasiswa.

Menurutnya, mahasiswa SDM PKS bukan hanya menimba ilmu, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi agen perubahan yang mampu mengusulkan solusi dan ide strategis untuk masa depan industri sawit.

“Saya sependapat dengan apa yang disampaikan Pak Dida. Beasiswa ini adalah amanah. Para penerima harus mengembangkannya menjadi kontribusi nyata bagi sektor perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.

Sesi diskusi yang berlangsung setelah pemaparan semakin menghidupkan suasana. Para mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari prospek industri sawit, peluang hilirisasi, hingga tantangan sertifikasi dan pemenuhan standar keberlanjutan. 

Respons yang disampaikan Dida memberikan gambaran menyeluruh mengenai arah pengembangan sawit nasional di tengah persaingan global.

Beberapa mahasiswa mengaku bahwa dorongan dan penjelasan yang disampaikan membuat mereka semakin termotivasi untuk menyelesaikan studi dengan hasil terbaik dan kembali ke daerah sebagai tenaga profesional yang siap berkarya.

Melalui program ini, BPDP tampak ingin memastikan bahwa regenerasi di sektor sawit berjalan dengan kuat. Dengan hadirnya gelombang baru anak muda terdidik, industri sawit Indonesia diharapkan mampu melangkah lebih jauh, lebih adaptif, lebih berkelanjutan, dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan.***