Banjir di Langsa Aceh Akibat Air Kiriman dari Perkebunan Sawit Milik Korporasi, 450 Jiwa Terdampak
Banjir di Langsa, Aceh. Foto: Ist
Langsa, kabarsawit.com – Warga Kota Langsa, Aceh, kembali dibuat kelabakan setelah air tiba-tiba masuk ke permukiman dan mengubah 110 rumah menjadi kolam dadakan.
Banjir ini bukan sekadar akibat hujan deras, tapi juga disebut sebagai banjir kiriman dari lahan perkebunan kelapa sawit PTPN 1 Langsa yang tak mampu menahan debit air sejak Minggu (23/11).
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan, menjelaskan bahwa banjir merendam Desa Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro. Ketinggian air mencapai 20–40 sentimeter, cukup untuk membuat aktivitas warga terganggu total.
“Banjir kiriman ini berasal dari area perkebunan kelapa sawit PTPN 1 Langsa,” kata Fadmi di Banda Aceh, kemarin.
Dampaknya pun langsung terasa, akses jalan terganggu, kegiatan sekolah kacau, dan ratusan keluarga harus bertahan dengan kondisi rumah yang masih tergenang. Menurut data terbaru BPBD Kota Langsa, 150 KK atau sekitar 420 jiwa terdampak dan hingga sore ini air belum juga surut.
Meski genangan belum sampai membuat warga mengungsi, situasi tetap bikin cemas. Arus air cukup kuat, sehingga kendaraan kecil tak bisa melintas. “Sebagian kendaraan besar masih dapat lewat, tapi harus pelan karena arus cukup deras,” ujar Fadmi.
Tim BPBD sudah turun dari pagi untuk melakukan pendataan, dokumentasi, hingga patroli rutin di titik-titik banjir. Pemerintah setempat juga mulai berkoordinasi lintas instansi, memastikan warga terdampak tetap aman dan kebutuhan mendesak bisa segera ditangani.
Warga setempat menyebutkan air naik cukup cepat. Banyak yang tak sempat memindahkan barang-barang penting. Genangan yang biasanya surut dalam beberapa jam, kali ini justru bertahan lebih lama. Diduga, aliran air dari kawasan perkebunan sawit yang berada di bagian hulu makin memperparah situasi, terutama saat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir.
Banjir di Langsa bukan kejadian tunggal. Berdasarkan laporan BPBA, wilayah Aceh memang berada dalam kondisi siaga sejak pekan lalu. Hujan deras memicu banjir di Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Langsa. Ribuan rumah di beberapa kabupaten lain juga mengalami hal serupa.
Warga berharap pemerintah dan pihak perusahaan bergerak cepat memperbaiki sistem tata kelola air di kawasan perkebunan. Menurut mereka, banjir kiriman seperti ini mulai sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir, dan selalu menyasar permukiman yang berada di dataran lebih rendah.
Sementara itu, BPBA masih memantau intensitas hujan dan kondisi aliran air dari wilayah perkebunan. Jika hujan turun lagi malam ini, potensi air makin naik tidak dapat dikesampingkan.***








