Petani Sawit Bangun Irigasi Mandiri
Membangun irigasi secara mandiri.
Bengkulu, kabarsawit.com - Sidik, petani sawit asal Desa Arga Jaya, Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu membangun sistem irigasi mandiri di kebun sawit miliknya.
Di lahan seluas dua hektare itu, Sidik membuat saluran irigasi menggunakan alat berat secara swadaya di sekeliling kebun yang topografi lahannya adalah lahan gambut.
Sidik mengatakan alasan pembuatan saluran irigasi ini lantaran kondisi lahan yang berair membuat sawit miliknya tak mau berbuah. Bahkan sudah berlangsung selama dua tahun sejak penanaman.
"Sudah dua tahun belum berbuah, jadi saya buatkan irigasinya biar pohon sawit tidak terendam air," katanya, kemarin.
Sidik berharap dengan irigasi yang sudah tertata dapat memperbaiki unsur tanah hingga dalam beberapa bulan kedepan sawitnya dapat berbuah.
Sementara itu, Kabid Perkebunan Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Bickman mengaku jika tanaman sawit milik Sidik mengalami pengelolaan yang salah. Sistem pengairan yang tidak mempertimbangkan kondisi lahan membuat sawit tidak berproduksi.
"Keberhasilan budidaya tergantung pada proses perawatan dan tata kelola kebun yang baik. Faktor-faktor yang memengaruhi adalah kematangan tanah gambut, kedalaman lapisan pirit, dan frekuensi serta lama genangan," kata Bickman.
Hal yang perlu diperhatikan, kata Bickman adalah penanaman sawit di lahan kering dan sangat sedikit kapasitas air di dalam tanah. Jika harus dilakukan dilahan basah atau gambut mauapun bekas sawah, maka setidaknya jarak sawit dengan genangan air adalah 7 sampai 10 meter.
Dengan begitu, pembuatan sistem drainase atau irigasi menurutnya adalah langkah yang tepat agar sawit tidak tergenang dan lahan tetap basah serta memiliki cadangan air.
Irigasi ini nantinya bisa mencakup benteng yang berfungsi menahan air pasang, serta parit untuk mengumpulkan dan menyalurkan air dan pintu air yang berfungsi mempertahankan muka air dan menahan air.
"Manajemen pengairan yang baik, akan menjadi ujung tombak berhasilnya penanaman sawit. Dengan air yang cukup juga akan membuat produktivitas sawit berkelanjutan," tukasnya.








